Senin, 18 Mei 2026

Berita Sikka

Kisah Oma Pongge Penjual Lawar Daun Singkong di Maumere

Menjangkau kediaman Oma Pangge ternyata cukup menguras adrenalin, selain karena belum mengetahui

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Kisah Oma Pongge Penjual Lawar Daun Singkong di Maumere
TRIBUNFLORES.COM / HO-ELSY DAN STEFANITA
SOSOK - Utfina Pongge, wanita paruh baya berusia 76 tahun yang menjalani kesehariannya menjual makanan lawar daun singkong dan jagung bunga di Jalan Nong Meak, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, 27 Agustus 2025. 

Laporan Mahasiswi Magang TRIBUNFLORES.COM, Elsy dan Stefanita

TRIBBUNFLORES.COM, MAUMERE - Tim Tribunflores.com yakni Elsy dan Stefanita berkesempatan mengunjungi Utfina Pongge, wanita paruh baya berusia 76 tahun yang menjalani kesehariannya menjual makanan lawar daun singkong dan jagung bunga di Jalan Nong Meak, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, 27 Agustus 2025.

Oma Pongge, demikian sapaan akrabnya, tinggal di Kampung Kabor, sebuah kompleks di tengah Kota Maumere yang cukup padat penduduknya. 

Perjalanan menemui Oma Pongge, memakan waktu sekitar beberapa menit. Elsy dan Stefanita berangkat dari Kantor Tribun Flores menggunakan sepeda motor.

Menjangkau kediaman Oma Pangge ternyata cukup menguras adrenalin, selain karena belum mengetahui lokasi rumahnya, perjumpaan ini menjadi yang pertama bagi mereka.

 

Baca juga: Kisah Merry Christin Umbudjima: Temukan Jiwanya di Cafe No Limits Kupang

 

 

Untuk mencari kediaman Oma Pongge, keduanya menelusuri lorong-lorong kecil di Kampung Kabor dan juga tak lupa bertanya kepada warga sekitar perihal letak rumah Oma Pongge.

"Kami bertanya letak rumah Oma Pongge kemudian mama itu (tak sebut nama) menunjukkan letak rumah Oma Pongge yang berada di ujung lorong. Tanpa berpikir panjang kemudian kami langsung kerumah Oma Pongge," demikian cerita Elsy dan Stefanita.

Oma Pongge merasa kaget dan terheran-heran ketika melihat kehadiran Elsy dan Stefanita yang hendak menemuinya.

"Dia bertanya "dari mana nona". Lalu kami menyapa dan memperkenalkan diri, kemudian kami dipersilahkan duduk," ucap Elsy dan Stefani menimpali.

Melalui perjumpaan itu, Elsy dan Stefanita dapat mengetahui kisah Oma Pongge yang mengisi masa tuanya dengan berjualan dibawah terik yang menyengat.

Elsy dan Stefanita mengisahkan, Oma pongge setiap hari mengais rejeki dengan berjualan lawar (urap) daun singkong serta jagung bunga di depan sebuah Gedung tua.

Untuk membuat lawar, Oma Pongge membeli bahan di pasar dengan harga 6 ikat daun singkong dihargai 10 ribu. "Urap yang Oma Pongge buat sudah terkenal meski dengan dikemas dengan plastik yang sederhana," kata Elsy dan Stefanita.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved