Lakalantas di Pegaf Papua Barat
Penjelasan Ketua Flobamora soal 18 Warga NTT Tewas dalam Lakalantas di Papua Barat
"Sudah 18 orang meninggal, dua orang baru tadi setelah dirawat di Rumah Sakit Pratama Distrik Warmare," kata Klinton Tallo, Ketua Flobamora Papua Bara
"Orang-orang yang ada dalam truk tersebut saat itu juga langsung terlempar keluar," tuturnya.
Ia menuturkan, dari 16 jenazah kini dalam upaya untuk diidentifikasi oleh petugas.
Sementara, sebagian korban selamat sekitar enam orang tengah ditangani di RS Pratama Warmare, dan dalam kondisi kritis.
"Sopir truk saat kejadian langsung meninggal dunia di tempat," ucap Gultom.
Kata dia, informasi terakhir korban baik yang hidup dan meninggal semuanya ada 29 orang.
"Mobil ini kelebihan beban dan melakukan pengereman namun akhirnya dia menabrak tebing," ungkapnya.
Ia berujar, truk tersebut melakukan perjalanan dari Kabupaten Pegunungan Arfak menuju ke Manokwari.
Selain itu, Ketua Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Papua Barat Papua Barat, Clinton Tallo mengaku, dari 16 korban laka maut tersebut merupakan warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengaku, para korban merupakan pekerja di tambang emas ilegal di Kabupaten Pegunungan Arfak.

"Seluruh korban kecelakaan maut yang terjadi di turunan Distrik Minyambouw, Pegunungan Arfak dini hari tadi adalah warga Flobamora," ungkapnya.
"Para korban ini semua masyarakat saya, mereka menambang emas dan mau pulang ke kota dengan truk."
Namun, di tengah perjalanan truk yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.
"Saat ini korban meninggal telah bertambah menjadi 18 orang," imbuhnya.
Setelah teridentifikasi, pihaknya bersama perusahaan akan membantu pemulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing.
"Tadi kami sudah bertemu keluarga dan perusahaan tempat mereka bekerja, mereka bersedia bertanggungjawab memulangkan jenazah ke kampung halaman," kata Clinton.