Berita Flores Timur

Tersengat Listrik, Warga Desa Riangkemie Flotim Terima Santunan PT. PLN

Warga Desa Riangkemie,Kabupaten Flores Timur meninggal dunia tersengat arus listrik pada 12 November 2021 menerima santunan dari PT PLN.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli menyerahkan santunan korban tersengat listrik kepada ahli waris. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Amar Ola Keda.

TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA-Manajemen PT. PLN akhirnya menyerahkan santunan kepada keluarga Maria Laju Molan, korban meninggal tersengat listrik pada Jumat 12 November 2021.

Santunan ini diserahkan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli kepada keluarga suami korban, Paulus Ama Blemangk dan anaknya, Yosep Pati Blemanngk di Desa Riangkemie, Kecamatan Ile Mandiri, Senin 18 April 2022.

Agus Boli mengatakan, kematian tragis Maria Laju ini sempat dibawa ke proses hukum oleh kuasa hukum keluarga, Ipi Daton. Namun kasus ini akhirnya berhasil dimediasi oleh Lembaga Bantuan Hukum Bhumi Pertiwi Nusantara(LBH BPN) yang didirikan Agus Boli.

"Kita minta PT. PLN untuk bertanggungjawab atas kematian warga. Hasil mediasi non litigasi ini membuahkan hasil dengan penyerahan uang solidaritas duka dari PT. PLN kepada keluarga duka," ujar Agus Boli.

Baca juga: Tanam Terumbu Karang dan Menyelam Tradisional, Nelayan Flores Timur Rayakan Syukuran

Sebagai pemimpin, kata Agus, ia memiliki beban moril untuk menjawabi keluh kesah masyarakat walau kadang banyak kekurangan manusiawi.

"Saya selalu hadir setiap problem masyarakat agar mereka merasa dikuatkan dan merasakan manfaat pemimpinnya.Saya libatkan LBH BPN karena LBH ini saya dirikan untuk menolong masyarakat kurang mampu/miskin secara gratis untuk litigasi dan non litigasi. Setelah melepas jabatan Wakil Bupati, saya akan pimpin sendiri LBH BPN untuk selalu bersama masyarakat kurang mampu/miskin," katanya.

Suami korban, Paulus Ama Blemangk mengaku berterimakasih kepada Wabup Agus Boli dan LBH BPN yang berhasil memediasi persoalan tersebut.

"Selama lima bulan kami hilang harapan. Sebagai masyarakat kecil, bingung lewat lembaga mana kami minta bantuan. Tapi ketika bertemu Wakil Bupati Agus Boli, persoalan ini bisa terselesaikan," katanya.

Baca juga: Tanam Terumbu Karang dan Menyelam Tradisional, Nelayan Flores Timur Rayakan Syukuran

Ia juga berterimakasih kepada PT. PLN karena masih menunjukan sikap tanggungjawab solider terhadap keluarga korban.

Sebelumnya, perempuan Maria Laju Molan tewas tersengat arus pendek pada tiang listrik dekat kebun miliknya, Jumat 12 November 2021.

Kematian korban itu menurut keluarga, karena kelalaian PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Larantuka yang mengabaikan pengaduan warga.

Kejadian naas itu terjadi sekitar pukul 2.30 Wita, saat korban bersama seorang cucunya menanam jagung di kebun. Tiba-tiba hujan deras mengguyur wilayah itu. Korban kemudian meminta cucunya untuk kembali ke rumah.

Baca juga: Kabupaten Flores Timur Menuju Smart City

Setelah habis menanam, korban berniat menyusul cucunya kembali ke rumah. Pada saat melintasi, korban tiba-tiba tertarik arus ke tiang listrik. Korban pun berusaha melepaskan diri, namun ia malah terpental ke tiang penyangga listrik hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

Sebelum kejadian, pernah ada kejadian serupa di lokasi itu. Korbannya merupakan anak kandung korban. Untungnya, korban berhasil diselamatkan warga setempat. 

Berita Flores Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved