Hari Kartiini
Yovita Menangis Dikabari Terima Penghargaan Ibu Negara
Ketika kebanyakan kader mundur tak kuat melanjutkan tugasnya, Yovita Mariati menjadi satu dari sekian kaum perempuan setia menjadi Kader Posyandu.
Penulis: Egy Moa | Editor: Egy Moa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/MENENUN-DI-RUMAH.jpg)
TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Waktu 34 tahun sejak 1988 menekuni tugas menjadi Kader Posyantu bukan masa yang singkat bagi Yovita Mariati (54).
Ketika kebanyakan kader telah angkat kaki, mundur, tak kuat melanjutkan tugasnya, Yovita menjadi satu dari sekian kaum perempuan yang tetap setiap pada panggilannya tugas itu.
Bukan honor yang diburu, tapi pengabdian. Yovia senang mengurus bayi dan balita secara sukarela tanpa memikirkan imbalan yang kelak diterimanya.
Menjadi kader pertama kali menerima honor Rp 5.000 sebulan dan dibayar setahun sekali sebesar Rp 60.000.Honor kecil yang diterima sekali setahun pada bulan Desember berlangsung selama beberapa tahun tak dimasalahkan Yovita. Tahun berganti tahun, honor itu dinaikkan menjadi Rp 50.000/bulan, kemudian Rp 75.000/bulan dan kini Rp 100.000/bulan di tahun 2022.
Baca juga: Yovita Mariati Tanpa Pamrih 34 Tahun untuk Bayi dan Balita
Keterlibatan Yovita menimbang bayi dan balita dilakukan sebulan sekali di Pos Yandu Hoba di Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Begitu pula bila ada panggilan kegiatan di Puskesmas.
Totalitas pengadian Yovita Mariati menjadi kader Posyandu rupanya menjadi perhatian Organisasi Aksi Soliaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia.
Hari Jumat dua pekan lalu, dia dihubungi pemerintahan Kelurahan Nangalimang supaya membawa kartu tanda penduduk (KTP) ke kantor kelurahan. Pada hari yang sama, staf Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Sikka juga meminta KTP dan nomor rekeningnya dikirim ke Jakarta.
Terbesit dalam benak Yovita, permintaan KTP dan nomor rekening bank ia akan menerima bantuan uang. Ternyata bukan uang yang diterimanya.
Baca juga: Jalan Rusak, Kades di Sikka Akui Warga Sering Gotong Jenazah hingga 7 KM
Kabar gembira menghampirinya ketika ia tengah bersiap merayakan Hari Kamis Putih, 14 April 2022 siang. TelphonYovita berdering panggilan dari nomor asing. Sang penelpon seorang wanita membertahu identitasnya,ibu Amel dari Sekretriat Negara RI di Jakarta.
Kepada Yovita, ibu Amel menanyakan ukuran baju,sepatu dan foto-foto kegiatanya. Ibu Amel meminta mengirim menggunakan aplikasi WhatsApp. Yovita tak bisa menyanggupi mengirim menggunakan aplikasi ini, karena ia hanya punya HP jadul yang hanya bisa digunakan menelpon dan mengirim pesan singkat (SMS). Akhirnya ukuran baju,sepatu dan foto-foto kegiatan dikirim menggunakan HP milik staf Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Sikka.
Singkat cerita,Yovita diminta menyiakan diri berangkat ke Jakarta, Selasa 19 April 2022. Semua akomodasi dan transportasi disiapkan oleh Sekretariat Negara. Jadwal acaranya tanggal 20 April 2022, Yovita menghadiri gladi di Istana Negara untuk bertema Ibu Negara, istri Presiden RI pada puncak perayaan Hari Kartini, Kamis 21 April 2022.
“Saya bangga dan terharu. Saya menangis ternyata ada yang peduli dengan apa yang saya kerjakan selama ini. Saya tidak sangka-sangka suatu waktu akan dihargai seperti ini,” imbuh ibu empat anak dan empat cucu ini sebelum berangkat ke Jakarta.
Baca juga: Warga Wailamung di Sikka Susah Cari Angkutan Bawa Ibu Hamil ke Puskesmas
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, merasa bangga dengan pemilihan perempuan asal Sikka menerima penghargaan dari Ibu Negara pada puncak perayaan Hari Kartini. Pada saat Yovita menemuinya di kediaman pribadi, Senin 18 April 2022, Roby Idong, sapaannya menyampaikan apresiasi kepada Yovita. Yovita merupakan satu dari 10 perempuan Indonesia dan satu-satunya dari Provinsi NTT yang menerima penghargaan tersebut.
Ia mengatakan 34 tahun bukan waktu yang singkat menjalani pengabdian ini secara terus-menerus. Roby Idong menitipkan pesan penting kepada Yovita disampaikan kepada Presiden Jokowi bila ada sesi dialog usai penyerahan penghargaan hari ini. *