Berita Lembata
Taman Belajar B73 Lembata, Dari Pinggir Jalan Menuju Panggung Pertunjukan
Anak-anak Taman Belajar Berdikari Tujuh Maret di Kota Lewoleba melakukan sesuatu yang berbeda dalam peringatan Hardiknas 2 Mei 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/ANAK-ANAK-B73-LEMBATA.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Anak-anak Taman Belajar Berdikari Tujuh Maret (B73) di Kota Lewoleba melakukan sesuatu yang berbeda untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Senin, 2 Mei 2022.
Di hadapan orangtua mereka, para anggota taman belajar yang masih duduk di bangku sekolah itu menampilkan beraneka kemampuan membaca puisi, pidato, bernyanyi hingga bermain drama.
Suasana Hardiknas pun semakin lebih terasa dan berwarna karena anak-anak taman belejar begitu antusias mengikuti beraneka acara yang sudah disiapkan panitia. Orangtua mereka pun memenuhi tenda kegiatan untuk mendukung penampilan buah hati mereka.
'Sepatu Setengah Tiang' merupakan judul drama yang mereka bawakan secara apik dan memberi pesan mendalam kepada para penonton. Drama yang disutradarai oleh Delos dan Totty da Silva ini dengan satir memotret realitas pendidikan di Indonesia terutama di Lembata.
Baca juga: Rayakan Idul Fitri di Pantai Loang, Manajemen PT Cendana Indopearls Pungut Sampah Plastik
Totty da Silva, salah satu pendamping taman belajar mengatakan di antara para pemeran drama karya Ansel Langowuyo itu terdapat anak putus sekolah hingga remaja yang baru menuntaskan sekolah menengah atas.
Adalah sesuatu yang luar biasa mereka bisa bermain drama di atas panggung Hardiknas Taman Belajar B73 disaksikan para orangtua dan warga lainnya.
Menurut dia, kehadiran Taman Belajar B73 membawa pengaruh positif bagi remaja yang biasanya hanya menghabiskan waktu di pinggir jalan saja. Mereka bisa belajar non formal dan mengalihkan perhatian pada aktivitas-aktivitas yang bermanfaat dan positif.
Alumnus Seminari San Dominggo Hokeng ini mengaku kalau kehadiran taman belajar di kompleks rumahnya itu sangat penting mengingat pendidikan karakter perlu ditumbuhkan sejak usia dini. Dia dan teman-temannya sudah bertekad menjadikan Taman Belajar B73 sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kehidupan dan pembinaan karakter anak.
Baca juga: Ribuan Umat Islam Sholat Ied di Lapangan Polres Lembata
Ketua Taman Belajar B73, Ian Sinuor menyebutkan kalau dalam rangka Hardiknas, panitia taman belajar menggelar tiga hari perlombaan mewarnai, pidato dan baca puisi mulai dari usia TK-PAUD, SD dan SMP. Lalu, pada perayaan puncak, anak-anak diberi kesempatan tampil di atas panggung.
Taman belajar sendiri punya kegiatan belejar rutin setiap hari Minggu sore. Mereka didampingi membaca buku, belajar sambil bermain dan berlatih public speaking.
"Urus anak-anak pasti susah-susah gampang juga tapi kami tak pantang menyerah," tandas Ian kepada wartawan.
Taman Belajar B73 menurut Ian didirikan bersama teman-teman karena prihatin dengan situasi dunia pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Dia melihat banyak anak-anak di seputaran kompleks Berdikari dan Tujuh Maret tidak bisa belajar secara efektif. Ian dan teman-temannya pun kemudian berinisiatif mendirikan sebuah taman belajar.