Berita Lembata
Komunitas Audio Lembata Gelar Parade Sound di Lewolein
Komunitas Audio Lembata bermufakat menggelar parade sound sistem di Pantai Wisata Lewolein, Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan, Minggu, 8 Mei 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KOMUNITAS-AUDIO-LEMBATA.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Komunitas Audio Lembata bermufakat menggelar parade sound sistem di Pantai Wisata Lewolein, Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan, Minggu, 8 Mei 2022.
“Sementara ini baru 7 (tujuh) orang pemilik sound system yang bersedia membawa perangkatnya untuk digelar di Pantai Lewolein. Kami sudah hubungi Kepala Desa Dikesare untuk minta ijin lokasi dan sudah diijinkan. Berapa banyak sound system yang akan digelar, nanti kita lihat perkembangan ke depannya,” kata Frans, salah seorang anggota Komunitas Audio Lembata yang ikut menggagas acara ini, Rabu, 4 Mei 2022.
Komunitas Audio Lembata merupakan paguyuban yang beranggotakan orang-orang yang memiliki sound system, baik yang disewakan maupun tidak disewakan. Mereka tersebar di berbagai wilayah Lembata.
“Pemilik sound yang sudah bersedia membawa sound sistemnya tersebar dari wilayah Kedang, Lebatukan, Ile Ape dan Nubatukan, kota Lewoleba,” jelas Frans.
Baca juga: Taman Belajar B73 Lembata, Dari Pinggir Jalan Menuju Panggung Pertunjukan
Menurut dia, kegiatan ini lebih merupakan silaturahmi semata.
“Selama ini kami saling komunikasi lewat grup WhatsApp, tapi jarang bertemu muka sehingga kami sepakat bertemu untuk silaturahmi. Karena terdiri dari kelompok pemilik sound, maka kami sepakat bawa dengan sound masing-masing untuk cek sound bersama,” ungkap Frans.
Ditanya apakah akan melibatkan komunitas musisi Lembata, Frans menjelaskan bahwa pihaknya sedang membangun komunikasi dengan komunitas pemusik Lembata. “Paling kurang, ada pemain organ dan penyanyi untuk mengisi acara hiburan nanti,” ucap Frans, santai.
Kepala Desa Dikesare, Fransisko Raing alias Sisko Making menyambut gembira keinginan Komunitas Audio Lembata untuk menggelar parade sound system di desanya.
Baca juga: PT Cendana Indopearls Buka Kelas Bahasa Inggris untuk Anak-Anak di Lembata
“Ada juga warga desa Dikesare yang bergabung di komunitas itu. Saya sangat mendukung acara seperti itu. Paling tidak, itu sudah membantu promosikan wisata pantai Lewolein,” ungkap Sisko, bersemangat.
Ditanya soal keamanan dan kesiapan daya listrik di Pantai Lewolein, Sisko Making menjelaskan bahwa petugas linmas dan pengelola keamanan di lokasi wisata akan dikerahkan untuk mensukseskan acara parade sound system ini.
“Sedangkan soal listrik, sudah terpasang meteran listrik di lokasi wisata dengan daya 5000W. Jika kurang, kita bisa berkoordinasi lebih lanjut,” ungkap dia.
Sisko maupun Frans mengaku belum bertemu muka untuk membicarakan acara ini. Namun, Sisko menjelaskan bahwa dirinya tidak mewajibkan untuk bertemu muka.
Baca juga: Ribuan Umat Islam Sholat Ied di Lapangan Polres Lembata
“Komunikasi lewat telepon hape saja sudah cukup bagi saya. Tidak perlu yang formal-formal,” ungkapnya.
Pantai Lewolein, Desa Dikesare merupakan lokasi wisata pantai yang selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai wilayah Lembata. Warga desa menjadikan lokasi wisata pantai Lewolein sebagai tempat mengais rejeki dengan membuka jualan kuliner pangan lokal, berupa ketupat, ikan bakar, ikan goring, dan lain-lain.
Menurut Sisko, ada pemilik sound system dari Kedang yang sudah menghubungi dirinya untuk menggelar sound sistemnya.
“Yang dari Kedang rencananya sudah datang ke lokasi sejak hari Sabtu, 7 Mei nanti,” ucap dia.