Berita Flores Timur

Warga Konsumsi Bangkai Paus yang Terdampar di Riangkaha Flores Timur

Menurut dia, berdasarkan temuan luka robek di tubuh paus, kemungkinan karena tergores karang dan gigitan hewan laut.

Editor: Gordy Donovan
Facebook Karolus Ike
TERDAMPAR - Bangkai paus sperma saat terdampar di wilayah perairan Desa Riangrita, Flores Timur 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA - Seekor paus dengan perkiraan panjang 10 meter mati terdampar di pantai kampung Riangkaha, Desa Riangrita, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Minggu 8 Mei 2022.

Salah seorang warga desa Riangrita, Karolus Ike mengatakan, paus tersebut ditemukan mati terdampar sekitar pukul 16.00 sore wita oleh sekelompok anak-anak SD yang asyik bermain di pantai.

"Panjangnya sekitar 10 meter. Yang lihat pertama itu anak-anak SD," katanya kepada wartawan, Senin 9 Ma 2022.

Baca juga: Viral Aksi Polisi Pasang Baliho untuk Lamar Kekasihnya

 

Ia mengatakan, saat ini Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Flores Timur telah melalukan penanganan terhadap paus tersebut.

Selain Satwas SDKP, penanganan juga melibatkan LSM Misool Baseftin dan Pemerintah Desa Riangrita.

Koordinator Satwas SDKP, Petrus Rinto Fernandez dalam rilisnya menyebut mamlia raksasa itu adalah Paus Sperma (paus kepala kotak) berjenis kelamin betina.

"Kondisi Paus Sperma berjenis kelamin betina ditemukan mati dengan panjang 10 meter dan lebar 1,8 meter. Panjang sirip dada 90 cm, lingkar kepala 4 meter, linkar perut 5,5 meter, panjang ekor 1,5 meter, dan lebar ekor 2,36 meter," catatnya.

Menurut dia, berdasarkan temuan luka robek di tubuh paus, kemungkinan karena tergores karang dan gigitan hewan laut.

Baca juga: Pemuda Ini Nekat Begal Teman Sendiri, Motif Kesal Utang Tak Kunjung Dibayar

Masyarakat Desa Riangrita membuat prosesi adat yang dipimpin oleh lembaga adat suku Kedang dan suku Temu untuk dilakukan pemotongan kemudian dibagikan kepada masyarakat.

"Akhir prosesi adat, dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai aturan perlindungan satwa atau jenis ikan yang dilindungi dan risiko konsumsi megafauna laut," katanya. (*)

Berita Flores Timur lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved