Berita Manggarai
Mutu Jelek Jalan Propinsi di Manggarai Raya Dibiayai dari Dana Pinjaman
Anggota DPRD Provinsi NTT menemukan ruas jalan provinsi bermutu jelek yang dibiayai dari dana pinjaman daerah.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Sejumlah Anggota DPRD Provinsi NTT melakukan monitoring dan pengawasan pada beberapa aset di tiga wilayah Manggarai Raya yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Adapun aset-aset milik pemerintah Provinsi NTT berupa hotel di Labuan Bajo,iInfrastruktur jalan di Manggarai Raya, terminal tipe B, termasuk kapal pariwisata dan tanah di pantai Pede.
Ketua Komis III DPRD NTT, Jonas Salean kepada TRIBUNFLORES.COM, Sabtu 28 Mei 2022 menyampaikan berdasarkan hasil monitoring selama berada di wilayah Manggarai terhadap aset berupa jalan yang dibiayai dari dana pinjaman telah rusak. Karena itu disarankan pemerintah untuk segera melakukan perbaikan.
"Jalan dibangun dari dana pinjaman, cicil pakai uang rakyat.untuk itu pembangunan jalan harus benar-benar memperhatikan mutu," ungkap Mantan Walikota Kupang ini.
Baca juga: Kronologi Oknum Polwan di NTT Ancam Warga : Beta Injak Kasih Mati
Jonas juga menyampaikan semua jalan yang ditingkatkan menjadi HRS memiliki nilai tinggi, untuk itu Dinas PUPR menyerahkan kepada badan aset untuk melakukan perhitungan aset.
Hasil pengawasan anggota DPRD terhadap jalan raya propinsi di Manggarai Raya menemukan mutu jalan yang kurang bagus sehingga cepat mengalami kerusakan.
"Berdasarkan penglihatan kami di lapangan mutunya yang kurang bagus, sehingga mudah rusak baru satu tahun sudah berlubang, butuh pengawasan lebih tinggi lagi dari dinas teknis,," ungkap Jonas.
Ketua Komis III DRPD Propinsi ini memintah kepada pihak ketiga dalam hal ini kontraktor yang pengerjaannya masih dalam masa pemeliharaan untuk segera di perbaiki.
Baca juga: Viral Video Polwan di NTT Ancam Warga : Beta Injak Kasih Mati
Politisi Partai Golkar ini juga meminta pemerintah agar dalam melakukan perencanaan pembangunan pada tahun 2022 untuk memperhatikan mutu pembangunan.
"Banyak jalan yang cepat rusak karena drainase tidak diperhatikan, sehingga jalan masuk di badan jalan, minimal untuk mengurangi harus ada drainase," ungkapnya
Jonas juga menyentil soal jalur Pantura di wilayah Kabupaten Manggarai mulai dari Reok sampai Ngada. DPRD mendorong pemerintah untuk terus menggenjot pembangunan jalan secara bertahap dimulai dengan pengerasan melalui dana pinjaman daerah yang ada.
Selain infrastruktur jalan, DPRD juga akan mengusulkan kepada pemerintah agar mobil-mobil rental yang beroperasi selama ini perlu dibuat dalam bentuk Perda, sehingga tidak hanya membayar pajak pada saat perpanjangan STNK kendaraan.
Baca juga: Pengurus DPD Gerakan Pembumian Pancasila NTT Dikukuhkan
Hal ini untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah agar mendapatkan pengawasan yang sama dengan angkutan Umum lain.
Kunjungan kerja DPRD di Manggarai Raya berasal dari Komisi I sampai V berjumlah 8 orang diikuti juga anggota DPRD dari Manggarai Raya, Yohanes Rumat dan Vinsen Pata.