Berita Lembata

Pemda Lembata Susun Draft Dokumen Renkon Erupsi Ile Lewotolok

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lembata mengumpulkan berbagai komponen melakukan rencana kontijensi Gunung Ile Lewotolok.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Pertemuan pemuktahiran data rencana kontijensi bencana Gunung Ile Lewotolok Lembata, Senin 13 Juni 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mengumpulkan berbagai komponen untuk pemutakhiran data dan peran antarkomponen dalam dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) atau Rencana Kedaruratan Bencana Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Senin 23 Juni 2022.

Penyusunan dokumen renkon ini sebelumnya sudah dimulai pada Bulan Februari 2022 dengan dukungan pembiayaan dari Yayasan Plan Indonesia Area Lembata. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sejak 2005 bekerja di Lembata ini juga terus mendukung tahapan penyusunan renkon hingga penetapan dokumen dan simulasi.

Renkon Erupsi Ile Lewotolok adalah versi pemutakhiran di mana sebelumnya pada 2012, Plan Indonesia juga mendukung BPBD Lembata dalam penyusunan dokumen dimaksud. Namun hingga terjadi beberapa kali erupsi besar termasuk Erupsi yang memicu gelombang pengungsian pada 29 November 2021, dokumen renkon belum pernah diperbarui.

”Idealnya renkon harus bisa diperbarui setiap tiga tahun. Namun untuk di Lembata baru kali ini diperbarui setelah disusun pertama tahun 2012. Yayasan Plan memandang perlu untuk terlibat lagi dan mendukung penyusunan ini karena ini sangat penting bagi daerah ini. Kali ini, dalam konsep kita buat renkon sesuai pedoman terbaru yang mengedepankan gender dalam penanggulangan bencana,” tandas Yosep Karolus, saat sambutan pembukaan mewakili manajemen Yayasan Plan Indonesia Area Lembata.

Baca juga: 100 Tahun Misi SVD di Lembata, Membangkitkan Kesadaran Umat Mengubah Kebijakan Publik

Selain renkon Erupsi Ile Lewotolok yang baru akan dimutakhirkan setelah 10 tahun, Yosep Karolus juga harapkan pemerintah Kabupaten Lembata juga harus mulai rencanakan penyusunan rencana kontijensi untuk bencana lain.

”Kalau bisa renkon jangan hanya untuk erupsi. Karena di Lembata ini ada beberapa ancaman lain yang sudah jadi bencana dan banyak risikonya,“ tambah Yosef Karolus.

Wacana soal penyusunan renkon jenis ancaman lain juga disampaikan Asisten 2 Perekonomian Setda Lembata, Ambrosius Lein.

“Yang pertama, kami sampaikan proficiat dan terima kasih kepada Plan yang bersama BPBD sudah susun dokumen renkon ini. Kita sama-sama berharap, bahwa kita semua juga nanti harus susun rencana kontijensi untuk ancaman bencana yang lain,” tandas Ambros Lein, saat menyampaikan sambutan dan membuka kegiatan mewakili Penjabat Bupati Lembata.

Baca juga: Trio Penyanyi Berhijab Lembata Tampil di Konser Amal Gereja

Penyusunan rencana kontijensi erupsi Ile Lewotolok ini dilaksanakan di Hotel Palm Indah Lewoleba, Senin, 13 Juni 2022. Hadir mendampingi asisten bidang perekonomian, Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Sipri Meru dan Yoseph Karolus dari Yayasan Plan Indonesia Area Lembata.

Sejumlah komponen yang hadir antara lain PMI Lembata, TNI, POLRI, PPGA Ile Lewotolok, Forum PRB dan sejumlah OPD seperti dinas perhubungan ,dinas PU PR dan sejumlah desa di kawasan lereng Ile Lewotolok yang masuk dalam kawasan rawan bencana erupsi. 

Berita Lembata lainnya

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved