Berita Sikka

Bangku dan Kopi Bubuk Digondol Maling, Yustina Tak Kapok Jualan Nasi Uduk di Maumere

Menopang ekonomi rumah tangganya,Ny.Yustina menggeluti usaha warung makan nasi uduk di Jalan Kesehatan, Kota Maumere, Pulau Flores.

Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KABELEN
JUAL NASI UDUK-Penjual nasi uduk Yasinta (48) melayani pembeli di warungnya di Jalan Kesehatan Kota Maumere, Pulau Flores, Selasa 21 Juni 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Hari Selasa,21 Juni 2022 sekitar pukul 10.00 Wita. Ruas jalan Kesehatan di Kelurahan Kota Baru,  Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere, Pulau Flores sudah ramai lalu lintas kendaraan. 

Sebuah warung makan darurat berdiri di Jalan Kesehatan berdampingan dengan Toko Buku Gramadia tampak ramai dikunjungi pembeli yang hendak membeli makan. Ada juga yang langsung makan di dalam rumah makan beratap seng yang telah mulai karat dan dinding belah bambu.

Ny. Yustina (48), tampak sibuk melayani pembeli yang menghampiri  warungnya. Hampir setiap hari, warung makan  Putra Tunggal dibuka mulai pukul 08.00 Wita hingga petang.

Letaknya  yang strategis  tak jauh dari Kampus Unipa Maumere-Indonesia dan Kopdit Obor Mas Maumere menguntung bagi pemiliknya.

Baca juga: Imigrasi Maumere Lakukan Koordinasi dengan Stakeholder Soal TPI di Sikka

Delapan tahun menjalani usaha ini, Yustina sering mengalami kecurian. Parobot warung  hingga tepung kopi yang disimpan di dalam lemari kayu  dicongkel dan dibawah pencuri. Sudah sering mengalami apes,  Yustina tak kapok  menjajakan jualannya di sana.

"Sudah berulang kali mereka mencuri barang-barang dalam lemari. Bangku dalam kantin juga pernah hilang," ujar Yustina, Selasa siang.

Yustina seolah pasrah menerimanya.  Bahkan  dimintai menuturkan kembali apes yang dilaminya, ia enggan  berbagi  cerita.

"Biar sudah, tidak usah. Pencurian terakhir sudah agak lama," sahutnya saat ditanya tentang kerugian dan peristiwa pencurian terakhir kali.

Baca juga: Workshop Pendampingan Penenun, Bupati Sikka Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Tenun Ikat

Sebagai penjual nasi uduk, Yustina mengaku tegar mengais rejeki demi menopang ekonomi keluarga, khususnya persiapan biaya anak bungsu yang beberapa tahun lagi masuk jenjang SMA.

"Anak dua orang. Perempuan sulung tamat SMA langsung kerja, yang kedua masih SMP. Saya minta sulung kuliah tapi dia tidak mau," ceritanya.

Di rumah, Yustina tinggal bersama suami dan dua anaknya di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Suami Yustina pernah mengalami sakit cukup serius sehingga tidak bisa bekerja lebih ekstra. Rutinitas harian sang suami adalah mengurus ternak babi dan ayam kampung.

Baca juga: Buah dari Menenun, Anggota Kelompok Bliran Sina Watublapi di Sikka Sekolahkan Anak hingga Sarjana

"Suami dulu kerja di koperasi mingguan. Dia sering sakit jadi istirahat saja," tuturnya.

Berita Sikka lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved