Berita Manggarai Timur

Anak Sekolah di Kampung Ritapada Manggarai Timur Melintas Lima Sungai Tanpa Jembatan. 

Lima sungai dilintasi Jalan Lete-Ritapada di Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) belum dibangun jembatan.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/ROBERT ROPO
Sungai tanpa deker atau jembatan yang dilintasi ruas jalan Lete-Ritapada, Kabupaten Manggarai Timur. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM,BORONG-Lima sungai yang dilintasi Jalan Lete-Ritapada di Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) belum dibangun jembatan.

Ruas jalan Lete-Ritapada diliintasi lima sungai yakni sungai Wae Rubon, Wae Selir, Wae Lapang, Wae Reba, dan sungai Wae Dara. Lebar setiap sungai bervariasi sekitar 3-5 meter.

Untuk di Wae Dara terlihat hanya susunan bebatuan besar. Sedangkan empat sungai lainya tanpa disusun batu hanya mengharapkan bebatuan dan pasir di dasar. Bila musim hujan, anak-anak sekolah dari kampung yang hendak ke sekolah menyeberang memanfaatkan jembatan terbuat dari bambu. 

Untuk dua sungai yang hendak memasuki Kampung Ritapada yakni sungai Wae Rubon dan sungai Wae Selir cekungan  lebih lebar dari sungai lainya.Dua sungai ini dibangun jembatan darurat dari bambu.

Baca juga: BPBD Koordinasikan Dinas PUPR Manggarai Timur

lain tidak ada dekker atau jembatan di lima sungai yang dilintasi jalan ini, terlihat juga sebagian dari badan jalan yang terbuat dari aspal lapen itu sudah terkelupas. Terkelupasnya badan jalan ini membuat jalan berlubang-lubang dan hanya beralaskan bebatuan dan tanah. 

Terlebih khusus terlihat kerusakan lebih parah di sekitar sungai pada lima sungai itu. Kondisi jalan rusak ini juga membuat jalan licin karena selain beralaskan bebatuan besar juga hanya beralaskan tanah. 

Yohanes salah seorang warga setempat meminta perhatian dari pemerintah membangun jembata  melintasi sungai di wilayah ini. 

Diakatakan Yohanes, dari kelima sungai ini dua sungai yakni Wae Rubon dan Wae Selir harus dibangun jembatan. Sedangkan tiga sungai lainya bisa hanya dengan dekker. Akibat tidak ada dekker atau jembatan, pada saat musim hujan terjadi banjir maka arus transportasi lumpuh. Begitu juga bagi warga pejalan kaki, warga harus melintasi jembatan darurat dari bambu.

Baca juga: Puluhan Petani di Manggarai Timur Tak Bisa Tanam Padi Sawah

"Anak-anak pergi sekolah terpaksa harus lewat jembatan darurat yang dibangun warga dari bambu. Ini sekali lagi pemerintah harus memberikan perhatian serius, apalagi ruas jalan ini bukan hanya menghubungkan kampung Lete dan Ritapada, tapi menghubungkan banyak kampung di Kecamatan Kota Komba dan Elar Selatan,"ujar Yohanes dibenarkan warga lainya. 

Patris Agut, warga lainya  mengatakan ruas jalan itu menghubungkan Wae Lengga-Lete-Ritapada dan sejumlah wilayah di Elar Selatan. Karena itu Pemerintah harus memperhatikan pembangunan baik jembatan, dekker maupun kerusakan badan jalan. Ada banyak titik badan jalan yang sudah rusak di sepanjang ruas jalan tersebut. 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur, Yos Marto ketika dikonfirmasi  mengatakan pemerintah dpaerah tentu memperhatikan terkait ketiadaan jembatan, dekker di beberapa sungai di ruas jalan tersebut. 

Pemerintah Daerah juga berencana  membangun dekker atau jembatan dan juga memperbaiki jalan yang rusak itu, namun karena keterbatasan anggaran.

Baca juga: Momen Tumbuk Sorgum di Kampung Jing Manggarai Timur, Hasilkan Aneka Kue Berbahan Tepung Sorgum

"Pemda keterbatasan anggaran, meski demikian kita tetap memperhatikan itu,"ujarnya.

Marto juga mengatakan, pada tahun anggaran 2022 ini ada dana senilai Rp 400 juta.  Dana ini bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT).  Dana ini, Kata Marto diperuntukan untuk pembangunan jalan di ruas jalan ters

Berita Manggarai Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved