Berita NTT

Keluarga Tergugat Rp 1,4 Miliar di NTT Angkat Bicara, Jonas: Ketentuan Adat Rote

Menurut informasi yang beredar bahwa alasan Windy menggugat tunangannya Carloz karena tidak bersedia menikahinya tanpa alasan.

Editor: Gordy Donovan
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
ANGKAT BICARA - Jubir keluarga Hendrik, Jonas Taka Kana bersama Carloz Daud Hendrik memberikan keterangan pers kepada POS-KUPANG.COM di Kupang, Senin 27 Juni 2022 petang. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Gugatan pembatalan pernikahan dari Nindy Ekaputri Datta terhadap tunangannya Carloz Daud Hendrik senilai Rp 1,4 miliar menjadi sorotan pemberitaan di berbagai media.

Menurut informasi yang beredar bahwa alasan Windy menggugat tunangannya Carloz karena tidak bersedia menikahinya tanpa alasan.

Menanggapi hal tersebut, Carloz Daud Hendrik bersama Juru Bicara keluarga Hendrik, Jonas Kana Taka angkat bicara.

Kepada POS-KUPANG.COM, Senin 27 Juni 2022, Jonas Kana Taka menjelaskan penyebab Carlos tidak melanjutkan tahap pernikahan karena pihak keluarga dari Nindy yang menghendakinya, bahkan memutuskan hubungan antara ayah dan anak hasil hubungan Carloz-Windy dengan memakai marga Datta (pihak perempuan).

Baca juga: Batal Nikah, Perempuan di NTT Gugat Pacar Rp 1 Miliar

 

"Ketentuan adat Rote yang menganut garis Patrilineal (garis keturunan laki-laki), apabila seorang laki-laki telah meminang (masuk minta), maka urusan anak menjadi hak dan tanggungjawab dari pihak keluarga laki-laki, sedangkan dalam kasus ini, anak tersebut telah memakai marga dari perempuan tanpa sepengetahuan dan seizin dari laki-laki, maka jelas melanggar ketentuan adat," ungkap Jonas.

Jadi Korban Penganiayaan dan Pengeroyokan

Terkait rencana kelanjutan tahap pernikahan, sesuai kesepakatan awal dari keluarga perempuan dan laki-laki, akan dilakukan setelah Perempuan melahirkan anaknya, dan menurut perhitungan keluarga pada Maret 2021.

Bahkan orangtua Windy setelah acara peminangan itu meminta agar Carloz tinggal bersama jelang kelahiran anaknya, sehingga pihak keluarga setuju dengan pertimbangan selalu siap sedia saat Windy bersalin.

"Keluarga telah bersepakat untuk acara peminangan pada tanggal 18 Desember 2020, dengan ketentuan Carloz untuk sementara menjadi tanggungjawab orangtua Windy sampai anak itu lahir, kemudian perhitungan orangtua bahwa Carloz dan Windy akan menikah gereja sekaligus pencatatan sipil pada Maret 2021," tambah Jonas.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved