Berita Sikka
Lima Kepala Keluarga 'Keroyok' Satu Kran Air di Kota Maumere
Untuk wadah penyalur, mereka menggunakan ember dan jeriken berkapasitas 5-20 liter kemudian menggotong menuju rumahnya masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Satu-kran-air-PDAM-untuk-memenuhi-kebutuhan-sehari-hari-di-Kelurahan-Madawat.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Lima Kepala Keluarga (KK) di Jalan Gelora, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, hanya mengandalkan satu kran air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Selasa 28 Juni 2022.
Satu kran air milik Perumda Air Minum (PDAM) Wair Pu'an itu dimanfaatkan lima kepala keluarga dengan metode bergilir.
Untuk wadah penyalur, mereka menggunakan ember dan jeriken berkapasitas 5-20 liter kemudian menggotong menuju rumahnya masing-masing.
Menurut Maria, warga setempat mengaku, penyaluran air bersih hanya keluar pada waktu-waktu tertentu, sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan.
Baca juga: Korban Meninggal Akibat Kapal Tenggelam di Pulau Kambing Ternyata Ibu dan Anak, 1 WNA Luka Berat
"Air keluar setiap hari tapi pakai jam, biasanya sampai malam. Beberapa hari kemarin sempat tidak lancar," ujarnya sambil memindahkan jeriken yang sudah terisi air bersih.
Saat air tidak stabil, Maria dan ibu rumah tangga lain sering kewalahan lantaran kebutuhan minum, mandi, dan mencuci harus dipenuhi setiap waktu.
"Yang gunakan ada lima KK, syukur hari ini lancar seperti biasa," ungkapnya.
Ia menuturkan, jika Air dari PDAM tidak keluar, sumber air tambahan mereka dapatkan dari sumur warga terdekat.
"Sekitar sini juga ada satu sumur. Kami juga biasa gunakan untuk sumber tambahan," jelasnya.