Rabu, 22 April 2026

Dampak Gelombang Rosbyy

Banjir Bandang Terjang Sikka NTT, Akses Jalan antar Kecamatan Putus

Luapan sungai Waigete di Desa Ipir Kecamatan Bola ini memutus ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Doreng dan Kecamatan Mapitara.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Banjir Bandang Terjang Sikka NTT, Akses Jalan antar Kecamatan Putus
TRIBUNFLORES.COM /ARNOL WELIANTO
PUTUS - Ruas jalan Bola Hale tepatnya di sungai Waigete di desa Ipir Kecamatan Bola di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terputus lantaran tergerus sungai Waigete yang meluap akibat hujan, Jumat 1 Juli 2022 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE- Ruas jalan Kabupaten di Sikka, Nusa Tenggara Timur, terputus lantaran tergerus sungai Waigete yang meluap akibat hujan deras pada 30 Juni 2022.

Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan penghubung untuk mempermudah akses jalan.

Luapan sungai Waigete di Desa Ipir Kecamatan Bola ini memutus ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Doreng dan Kecamatan Mapitara.

Akses terputus setelah hujan mengguyur selama 3 jam.

Baca juga: 705 Nasabah Mitra Tiara Menjerit Minta Tolong, 5 Tahun Tunggu Eksekusi Putusan dari PN Larantuka

 

"Banjir terjadi setiap tahun di saat musim hujan. Masyarakat sangat ingin dibangun jembatan penyeberangan yang bagus sehingga akses saat musim hujan tidak terkendala," ujar Rikat Warga Kecamatan Mapitara, Sikka, Jumat 1 Juli 2022.

Akibat kejadian tersebut sejumlah kendaraan baik roda dua maupun roda tidak bisa melintas dijalan tersebut, mereka memilih untuk putar baik dan mencari jalan alternatif lainnya.

" Kendaraan tidak bisa melintas, mereka memilih untuk putar balik dan cari jalan alternatif yang lebih jauh," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kapal Wisata Karmila Patah Kemudi di Labuan Bajo, 16 Orang Dievakuasi

Ia mengatakan tidak adanya jembatan penghubung membuat warga terpaksa menerobos derasnya arus meski dapat membahayakan keselamatan nyawa.

Sejumlah warga bahkan nekat menggotong kendaraan karena tidak bisa melintas langsung.

Kondisi ini terjadi setiap musim hujan. Aktivitas warga pun kerap terganggu.

Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan di atas aliran sungai tersebut, mengingat ruas jalan antara kecamatan ini dilintasi oleh warga dari 10 desa.

Berita Bencana lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved