Berita NTT

Gubernur NTT Ajak Prof. Philiphi de Rozari Lestarikan Satwa Purba Komodo

Universitas Nusa Cendana Kupang menambah lagi seorang guru besar Profesor Philipi de Rozari yang akan menjalani pengukuhannya,Kamis 7 Juli 2022.

Editor: Egy Moa
DOK.BIRO ADMINISTRASI SETDA NTT
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah) foto bersama Prof. Philiphi de Rozari dan istri di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa 5 Juli 2022.      

 Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Michaella Uzurasi

TRIBUNFLORES.COM,KUPANG- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima Professor Philiphi de Rozari, S. Si, M. Si, M. Sc, Ph.D beserta isteri, Sandra de Rozari Benyamin, Selasa, 5 Juli 2022.

Kedatangan keduanya mengundang Gubernur NTT menghadiri pengukuhan Professor Philiphi sebagai Guru Besar ke-39 Universitas Nusa Cendana Kupang,yang  dilaksanakan pada, Kamis, 7 Juli 2022 di Auditorium Undana Penfui Kupang. 

Berdasarkan rilis yang diterima, Gubernur Laiskodat didampingi staf Khusus Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga, H. Anwar Pua Geno, SH selaku dan Staf Khusus Bidang Hukum, Dr. Markus Yohanis Hage, SH, MH. 

Pihaknya sangat memberi apresiasi dan menyampaikan rasa bangganya terhadap Philiphi de Rozari yang berhasil meraih Professor pada usia muda yaitu 47 tahun, dan tercatat sebagai Guru Besar ke-4 pada Fakultas Sains dan Teknik Jurusan Undana Kupang.

Baca juga: Guru Besar UKSW Salatiga Apresiasi Terobosan Cerdas Bank NTT

“Profisiat dan salut atas prestasi akademik tertinggi yang diraih ya Pak Prof. Bagus sekali, masih muda sudah berhasil jadi Professor. Mari kita saling dukung untuk kemajuan provinsi ini. Dengan gelar Guru Besar yang disandang menunjukkan prestasi membanggakan dengan kemampuan keilmuan tertinggi, disertai kapabilitias dan kompetensi professional akademik yang dimiliki, ini menjadi modal sekaligus peluang besar untuk kita berkolaborasi memajukan NTT," ungkap Gubernur Laiskodat.

Selanjutnya Putera Semau ini juga menyampaikan bahwa dengan latar belakang Disiplin Ilmu Kimia Lingkungan yang dimiliki, diharapkan Professor Philiphi bisa memberi kontribusi ilmiah yang besar terhadap pengelolaan TNK, khususnya selalu melakukan updating riset tentang pengelolaan Satwa Purba Komodo.

“Kita perlu tahu kenapa sampai binatang purba Komodo bisa survive sampai sekarang? Bagaimana dengan rantai makanannya? Nah ini perlu riset ilmiah yang mendalam dan komprehensif sebagai referensi pengetahuan bagi generasi saat ini dan generasi yang akan datang. Saya sangat berharap kontribusi pemikiran cerdas melalui riset sehingga dapat menjadi kekayaan intelektual yang terus dipelajari dan dapat dikonsumsi masyarakat ilmiah dari waktu ke waktu," ujarnya. 

Menanggapi hal tersebut Professor Philiphi juga menyampaikan bahwa sekarang Universitas Nusa Cendana melalui Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, sementara fokus melakukan penelitian tentang komodo dan satwa endemik yang ada di NTT.

Baca juga: Kadis Perhubungan NTT Ungkap Penyebab Harga Tiket Pesawat Mahal

“Beberapa waktu lalu kami di Undana juga telah melaksanakan MoU dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, supaya kita bisa mendapatkan akses masuk untuk selalu melakukan penelitian ke wilayah-wilayah habitat satwa endemik di TN Komodo dan TN Kelimutu, sehingga mempermudah kami dalam melakukan riset yang berkelanjutan terhadap perkembangan satwa purba Komodo dan perkembangan Danau Tiga Warna Kelimutu," ungkap Professor Philiphi de Rozari. 

Prof. Philiphi yang akan menyampaikan orasi ilmiah tentang Kimia Lingkungan Perkembangan dan Tantangan Menuju Kimia Hijau untuk Mewujdukan Peradabab Baru Abad ke-2, saat pengukuhan sebagai Guru Besar Undana di depan Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, 7 Juli 2022. 

Gubernur VBL menambahkan bahwa dengan dikukuhkannya Professor Philiphi sebagai Guru Besar aktif ke-19 dalam usia yang relative sangat muda di Undana Kupang, maka ini juga menjadi motifasi besar bagi anak-anak NTT untuk terpacu untuk belajar dan dapat pula meraih gelar akademik tertinggi seperti yang diraih oleh Professor Philiphi de Rozari yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan PPs Undana sejak tahun 2018. 

Professor Philiphi, Putera NTT Kelahiran Bandung, yang pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Kimia FST Undana tahun 2017 - 2018 ini mengatakan setiap orang diberikan peluang yang sama untuk bisa belajar tekun dan usaha yang gigih, untuk bisa meraih prestasi akademik tertinggi.

Baca juga: KPU NTT Rakor Pemuktahiran DPB Semester 1 Tahun 2022

“Sebenarnya jika seorang akademisi selalu rajin menulis artikel ilmiah, rajin mempublikasi hasil riset apalagi ditunjang dengan support dana-dana penelitian dari berbagai sumber ini menjadi peluang terbuka untuk bisa mendapat gelar Guru Besar”, pungkas Professor Philiphie de Rozari yang pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Kimia Analitik FST Undanan tahun 2003 - 2006.

Turut hadir pada pertemuan tersebut, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Odermaks Sombu, SH, MA. MH. 

Berita NTT lainnya
 
 

 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved