Flores Bicara

Camat Petrus Piter Ungkap Potensi di Kecamatan Mego

Mata pencaharian masyarakat Mego kurang lebih 76 persen sebagai petani dan selebihnya menekuni profesi lainnya.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / NOFRI FUKA
TALK SHOW - Camat Mego, Petrus Piter S.IP, hadir dalam program Flores Bicara, edisi Rabu 6 Juli 2022 di Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Bangsa yang maju adalah bangsa yang didukung oleh potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mumpuni.

Kalimat ini dikupas tuntas oleh camat Mego, Petrus Piter S.IP saat hadir dalam program Flores Bicara kawakan TribunFlores.com. yang mengkhususkan pembahasannya pada wilayah Kecamatan Mego yang ia pimpin.

Dalam program Flores Bicara edisi Rabu 6 Juli 2022, yang dipandu oleh Maria Mangkung, di kantor TribunFlores.com, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Camat di Kecamatan Mego, Petrus Piter S.IP mengulas tentang potensi masyarakat Mego yang dapat mendukung kemajuan daerah tersebut.

Bercermin pada data terkini 2022, wilayah Kecamatan Mego, kata Petrus, memiliki luas sekitar 111,26 Kilometer persegi. Dengan, jumlah KK, 3.126, jumlah penduduk 13.136 jiwa, terdiri dari 6835 orang berjenis kelamin perempuan dan selebihnya adalah berjenis kelamin laki-laki.

Baca juga: Flores Bicara: Pater Dr. Otto Gusti Madung Ceritakan STFK Menjadi IFTK Ledalero

 

Mata pencaharian masyarakat Mego kurang lebih 76 persen sebagai petani dan selebihnya menekuni profesi lainnya.

Wilayah Kecamatan Mego terdiri dari 12 Desa (2 desa dalam status desa persiapan), dipecahkan dalam 35 Dusun, 124 RT dan 74 RW. Presentase pelajar di Mego Tahun 2022, sekitar 4 % sedangkan mahasiswa sekitar 2,74 persen.

Daerah Kecamatan Mego beriklim tropis. Topografi wilayah tersebut berbukit, bergunung daerahnya cukup terjal. Ketinggian 5-1000 meter di atas permukaan laut.

Lahan pertanian seluas 2.505 Hektare, lahan perkebunan seluas 3.750 Hektare, hutan seluas 2.312 Hektare. Pariwisata yang terdata saat ini adalah, Air Terjun Lia Niki di Desa Gera, kolam batu alam di Desa Bhera, batu telapak kaki manusia raksasa di Desa Persiapan Retekalo, Bukit teletubbies di pengunungan Napugera, dan Pantai Aesui.

Fasilitas kesehatan yang tersedia, Puskesmas terdapat 2 buah, Pustu 3 buah, Polindes 10 buah, dan puskesdes terdapat 4 buah. TK atau Paud terdapat 31, bangunan sekolah dasar (SD) sebanyak 13, SMP ada 3 dan SMA terdapat 1. Jumlah guru SD, 196 orang, jumlah guru SMP, 61 orang, jumlah guru SMA, 40 orang.

Baca juga: Calon Penumpang Protes Terhadap Layanan Pembelian Tiket Non Tunai di Pelabuhan Bolok Kupang

Potensi pertanian di wilayah Kecamatan Mego berupa, daerah persawahan, di pegunungan ada tanaman perkebunan, kopi, cengkeh, kakao, kemiri, pisang.

Dengan data yang terkumpul baik itu sumber daya alam dan sumber daya manusia, Petrus Piter mengungkapkan semuanya itu mendukung pemberdayaan masyarakat tentunya dengan penanganan yang baik dari masyarakat maupun pemerintah.

Sejauh ini, Pemerintah Kecamatan Mego hadir di tengah masyarakat semata membantu masyarakat dengan program yang tersedia dan memenuhi aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved