Berita Sikka
Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Nelayan Watumilok Sikka Enggan Melaut
Diketahui cuaca ekstrem berupa angin kencang dalam beberapa hari terakhir ini melanda perairan di laut Flores.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Puluhan-perahu-nelayan-berada-di-lokasi-tambatan-perahu-di-Desa-Nangahale.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Nelayan di Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka keluhkan jaringnya yang robek akibat angin kencang, Kamis 7 Juli 2022.
Diketahui cuaca ekstrem berupa angin kencang dalam beberapa hari terakhir ini melanda perairan di laut Flores.
Dampak dari cuaca ekstrem ini tentu berdampak bagi para nelayan yang hendak melaut.
Seperti yang dialami Wahidin, pria asal Desa Watumilok ini mengaku sudah beberapa hari ini tidak turun melaut mencari ikan.
Baca juga: Idul Adha 2022, Bupati Sikka Serahkan Kurban, Tokoh Muslim Bilang Ada Nilai Toleransi & Persaudaraan
Hal itu disebabkan karena jaring yang biasa ia gunakan untuk menangkap ikan terobek akibat kondisi cuaca yang ekstrem. Angin kencang dan gelombang tinggi.
Wahidin menjelaskan, jaringnya bisa robek karena saat ia menggelar jaringnya tiba-tiba angin kencang muncul.
Ia pun berusaha menarik jaring tersebut dengan paksa, namun karena mendapat tekanan dari angin sehingga jaringnya robek.
Akhirnya ia memutuskan untuk tidak melaut sementara guna memperbaiki jaringnya.
Dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia terpaksa harus mencari pekerjaan di darat sampai kondisi cuaca kembali normal lagi.
Baca juga: Kanim Maumere Sosialisasikan Penjamin & Tarif Izin di Keuskupan Agung Ende
Pergi Melaut
Sementara itu, Iche (35), seorang janda asal Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, yang rela tinggalkan 3 anak demi melaut.
Setelah ditinggal suaminya, Iche mau tidak mau harus menjadi tulang punggung bagi keluarga kecilnya.
Setiap hari ia harus turun melaut untuk mencari ikan.
Disaat ia melaut, ia terpaksa meninggalkan 3 orang anaknya sendiri di rumah.