Kasus Penganiayaan di NTT

Diduga Terlibat Kasus Penganiayaan di NTT, 15 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Sisanya empat pelaku lain dijebloskan kedalam ruang tahanan mapolres Kupang untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Editor: Gordy Donovan
POS-KUPANG.COM
AMANKAN - Polisi amankan 26 Pemuda asal Alor di Amarasi Kupang, Juni 2022 lalu. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - 15 orang terduga pelaku pengeroyokan dan penganiayaan di Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi akhirnya diusut tuntas.

Polres Kupang sudah menetapkan 15 orang yang diduga terlibat sebagai tersangka.

15 tersangka tersebut masing-masing pelaku pengeroyokan dan penganiayaan dengan benda tajam 10 orang dari kubu Alor dan 5 orang pelaku pengeroyokan dari kubu tuan rumah pesta di Desa Kotabes.

Teranyar polisi melalui konferensi pers di Polres Kupang, Kamis 7 Juli 2022 menyampaikan sudah mengamankan 5 orang tersangka pengeroyokan pemuda Alor atas nama Yesaya Malaipada.

Baca juga: Gaya Jokowi saat Tinjau Penataan Kawasan dan Rumah Layak Huni di Medan Belawan

 

Wakapolres Kupang Kompol Tri Joko Biyantoro dan Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Lutfi Darmawan Aditya serta didampingi Kapolsek Amarasi IPTU Johny Sogen di Lobi Mako Polres menegaskan kembali pernyataan Kapolres.

"Mengulang kembali apa yang ditekankan Kapolres Kupang, Kami dalam menangani kasus ini tidak pandang bulu, tidak memandang ras,suku dan agama. Siapapun yang melakukan tindakan kejahatan kami akan tidak tegas,” terang Kasat Reskrim.

Kasat reskrim menjelaskan para pelaku pengeroyokan di Desa Kotabes Kecamatan Amarasi, semua pelaku berjumlah lima orang termasuk salah satu korban penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok pemuda Alor atas nama JYR yang saat ini sedang menjalani perawatan dirumah sakit.

Sisanya empat pelaku lain dijebloskan kedalam ruang tahanan mapolres Kupang untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Dia mengungkapkan keempat pelaku tersebut berinisial MYN, IIS, JAR dan OAR yang merupakan warga Kotabes.

Baca juga: Alben Bersyukur Sapi Miliknya Dibeli Presiden Jokowi, Beratnya Mencapai 1 Ton

Saat mengamankan keempat pelaku polisi tidak mengeluarkan tenaga ekstra karena mereka secara kooperatif mereka memenuhi panggilan Polisi guna diinterogasi terkait permasalahan yang terjadi.

Hanya saja salah satu pelaku yang berinisial OAR yang sempat buron dan akhirnya bisa diringkus Polisi disalah satu kebun warga pada Selasa 5 Juli 2022 dinihari.

"Sikap tegas yang diambil pihak kepolisian ini guna menjamin asas persamaan hak dimuka hukum tanpa memandang suku agama dan ras seperti yang ditekankan Kapolres Kupang diatas tadi," tegas WaKapolres.

Dia melaporkan saat ini, situasi kamtibmas di wilayah Desa Kotabes masih terpantau aman dan terkendali, kedua kelompok yang bertikai saat ini sudah menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada pihak Kepolisian.(*)

Berita NTT lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved