Selasa, 14 April 2026

Berita Ende

Kabupaten Ende Tambah 1.000 Penduduk Miskin

Angka kemiskinan di Kabupaten Ende,Pulau Flores,Provinsi NTT mengalami peningkatan signifikan di tahun 2021 jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Kabupaten Ende Tambah 1.000 Penduduk Miskin
TRIBUN FLORES.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala Biro Pusat Statistik Kabupaten Ende, Martin T Beni.   

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUNFLORES.COM, ENDE-Angka kemiskinan di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi NTT mengalami peningkatan yang cukup signifikan di tahun 2021 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jika pada tahun 2020 angka kemiskinan di Kabupaten Ende 23,36 persen, maka pada tahun 2021 angka kemiskinan di daerah tersebut naik menjadi 24,13 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende Martin T Beni,  Jumat 8 Juli 2022 di Ende.

Martin mengatakan, dari angka persentase tersebut, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Ende mengalami kenaikan dari 65.000 ribu orang pada tahun 2020, menjadi 66.000 orang atau bertambah 1.000 orang pada tahun 2021.

Baca juga: RSUD Ende Miliki Dua Dokter Anestesi

Sedangkan garis kemiskinan di Kabupaten Ende per kapita per bulan dari Rp 392.591 pada tahun 2020, naik menjadi Rp. 428.328 pada tahun 2021.

"Nah kalau rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat dibawah garis kemiskinan, maka dikategorikan miskin," ungkapnya.

Martin menjelaskan, kenaikan angka kemiskinan tersebut dipengaruhi oleh oleh pandemi covid-19 yang dimulai dari awal tahun 2019 hingga tahun 2020 dan 2021.

"Karena pada saat itu banyak pembatasan aktifitas masyarakat dari skala nasional hingga ke daerah. Kita tidak boleh berpergian kemana-mana yang berpengaruh terhadap ekonomi baik secara makro ditingkat nasional maupun ditingkat provinsi dan kabupaten/kota," jelasnya.

Baca juga: Kanim Maumere Sosialisasikan Penjamin & Tarif Izin di Keuskupan Agung Ende

Martin mengaku, secara keseluruhan, perekonomian di wilayah provinsi NTT sangat dipengaruhi oleh impor barang dan jasa dari luar yang menyebabkan perputaran uang di masyarakat juga terbatas.

"Ketika dibatasi, secara mikro nya, perputaran uang di masyarakat untuk konsumsi dan lain sebagainya pasti disesuaikan karena arus barang dan jasa juga semakin berkurang. Belum lagi harga barang juga ikut naik itu," terangnya.

Ia berharap, dengan adanya kelonggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pada tahun 2022 ini, perekonomian masyarakat di provinsi NTT pada umumnya dan Kabupaten Ende pada khususnya juga akan semakin baik. 

Berita Ende lainnya

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved