Berita Flores Timur

Refleksi 20 Tahun Pekka NTT, Berdaulat,Mendobrak dan Merubah Dunia

Serikat Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) berkantor di Desa Hinga, Kecamatan Kelubagolit,Pulau Adanara merayakan HUT ke-20.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
Koordinator Serikat Pekka wilayah NTT-NTB, Petronela Peni pada HUT Pekka ke-20 di Kantor Pusat Pekka Desa Hinga, Kecamatan Kelubagolit, Pulau Adonara, Flores Timur, Kamis 14 Juli 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUNFLORES.COM,ADONARA-Tak terasa sudah 20 tahun Serikat Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) hadir di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berkantor di Desa Hinga, Kecamatan Kelubagolit, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Berbagai kegiatan digelar sebelum puncak HUT termasuk diskusi publik yang menghadirkan pemerintah daerah Flores Timur diwakili Kadis Perindag, Kadis Sosial, Kadis Koperasi, Kepala Bappeda dan perwakilan Dinas PKO yang digelar di kantor pusat Pekka Desa Hinga, Kamis 14 Juli 2022. Selain diskusi publik, juga louncing Pekka Mart yang dijadikan pusat pasar barter di NTT.

Koordinator Serikat Pekka wilayah NTT-NTB, Petronela Peni mengatakan diskusi publik di HUT Pekka ke 20 tahun itu bertujuan membangun kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong, menyediakan ruang untuk memfasilitasi sikap kritis anggota Pekka terhadap lingkungan sosialnya dan menyediakan ruang apresiasi dan ekspresi seluruh ibu- ibu kader Pekka.

"Di momen ini, Pekka menjadi fasilitator perempuan kepala keluarga di Flores Timur, Lembata dan Alor dengan berbagai materi yang menghadirkan narasumber dari pemerintah daerah. Momen ini juga kita mau membuat rencana tindak lanjut Serikat Pekka untuk 10 tahun ke depan," ujarnya.

Baca juga: Dideportasi Warga Negara Filipina Tinggalkan Suami dan Anak di Flores Timur

Menurut dia, di umur ke 20 tahun ini, Pekka ingin merayakannya dengan mengangkat gerakan sosial ekonomi lokal menghapus kemiskinan dan kekerasan terhadap perempuan (Pekka berdaulat, mendobrak dan merubah dunia).

"Kami yakin bahwa dengan semangat persatuan, senasib dan sehati, kami dapat meraih apa yang kamu impikan selama ini karena ternyata halangan dan rintangan yang datang sili berganti telah kami bisa lalui dengan semangat kebersamaan," jelasnya.

"Kebersamaan ini jika kami tetap pegang maka kami bisa membangun diri sekaligus membangun tatanan masyarakat yang lebih luas. Sadar atau tidak, kita adalah aset bangsa yang perlu diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat umum," sambungnya.

Di momentum 20 tahun Pekka, kata dia, Serikat Pekka NTT juga mau menunjukkan bahwa Pekka saat ini sudah berkembang menjadi sebuah aliansi gerakan Pekka yang lebih besar.

Baca juga: Dua Tahun Tutup Pelayanan, Kunjungan Tatap Muka di Rutan Larantuka Kembali Dibuka

"Pekka telah berkembang menjadi sebuah aliansi gerakan bersama untuk mencapai visi besar yang mengangkat harkat dan martabat perempuan kepala keluarga dan berkontribusi membangun tatanan masyarakat yang adil gender," katanya.

"Di momentum ini juga kami ingin merefleksikan perjalanan panjang Pekka agar kami terus berjalan sambil membuat jalan yang tidak hanya untuk kami sendiri, tetapi juga untuk semua masyarakat. Kami juga akan membuat rencana gerakan berikutnya untuk terus menjaga visi besar yang sedang diusung bersama aliansi Pekka untuk lebih lagi menjangkau banyak orang dan generasi ke generasi," tambahnya.

Ia menambahkan, sejak 2 Februari 2002, Pekka NTT mulai terbentuk yang tersebar di tiga kabupaten yaitu, Alor, Flores Timur dan Lembaga dengan embrio serikat di 23 kecamatan, 3 kelurahan dan 126 desa. Hingga saat ini, jumlah kelompok yang tersebar di NTT sebanyak 175 yang beranggotakan 3.250 orang.

"Berawal dari sebutir biji, mengakar dan menembus rerumputan menghasilkan melati di tengah padang," pungkasnya. 

Berita Flores Timur lainnya

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved