Berita Sikka
Pengepul Lobster Hidup di Maumere Lirik Pasar Lokal NTT
Widya mengakui, suaminya membeli lobster mutiara dengan berat 1 Kg, seharga 600-700 ribu rupiah dan dipasarkan kembali dengan harga Rp.1.500.000 perkg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Widya-sedang-menjelaskan-keadaan-bak-penampung-lobster-yang-sudah-kosong-Maumere.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Kristin Adal
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Komoditas Lobster disebut menjadi bisnis yang menggiurkan.
Indonesia disebutkan juga sebagai negara pengekspor lobster terbesar di dunia.
Hal ini membuat profesi pengepul lobster menjadi primadona. Minat pasar lokal terhadap lobster pun meningkat di tengah harga lobster sedang meningkat.
Permintaan ini membuat Ika Lobster Hidup Bapak Arief Mohamad, mengepak sayap ke pasar lokal di NTT.
Widya Setiya Ningrum dan Mohamad Arief, pengepul lobster hidup, warga RT 17/RW 01, Desa Wairbleran, Kecamatan Wagetan, Kabupaten Sikka, membeli lobster dari nelayan di Pulau Flores dan dipasarkan ke Jakarta, Bali, Surbaya dan daerah lainnya.
Baca juga: Kisah Perempuan Asal Jawa Timur Sukses Bisnis Lobster di Sikka, Raup Puluhan Juta Setiap Bulan
Widya, saat ditemui TRIBUNFLORES.COM, di rumahnya, pada Jumat, 15 Juli 2022, menceritakan ia dan suaminya membeli lobster hidup dari nelayan di Maumere, Mbay, dan Flores Timur.
Lobster yang dibeli dari nelayan mulai dari jenis lobster hijo atau bambu, lobster merah atau batik, lobster hitam, dan lobster mutiara dan harga lobster berbeda-beda sesuai jenisnya.
Widya mengakui, suaminya membeli lobster mutiara dengan berat 1 Kg, seharga 600-700 ribu rupiah dan dipasarkan kembali dengan harga Rp.1.500.000 per kg.
Namun, Widya mengeluh pasokan lobster dari nelayan sedang menurun. Penjualan memenuhi permintaan pasar ikut menurun. Cuaca yang buruk menjadi penyebab utamanya.
"Biasanya di depan rumah ada tumbukan dos berisi lobster. Tapi sekarang lagi sepih. Hari ini lobster yang dikirim ke Jakarta hanya satu dos,"tutur Widya.
Baca juga: Hadir di Maumere Sikka, Ini Profil dan Sejarah Kongregasi MSsCc
Awalnya mereka lebih tertarik memasarkan lobster ke luar NTT. Sekarang sudah ada permintaan dari hotel-hotel di Labuan Bajo, Kupang dan resto-resto di NTT.
Ia kaget harga di pasar lokal NTT lebih tinggi dibandingkan harga jual di luar . Harga jual lobster di Labuan Bajo, lebih tinggi dari harga di Bali. Karena biaya pengiriman ke Labuan Bajo lebih mahal ketimbang biaya ke Bali.