Berita Flores Timur

Kantor Desa Kewaelaga Lamawato Adonara Timur Disegel Warga

Pemilik lahan,Petrus Kopong menyegel Kantor Desa Kewaelaga Lamawato di Kecamatan Adonara Timur,Kabupaten Flores Timur sejak 27 Juni 2022.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
Kantor Desa Kewaelaga Lamawato di Kabupaten Flores Timur disegel warga menggunakan bambu 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUNFLORES.COM,ADONARA- Kantor Desa Kewaelaga Lamawato di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim) disegel warga. Penyegelan itu dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap mantan kepala desa (Kades) yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dana.

Aksi penyegelan itu awalnya dilakukan pemilik lahan Kantor Desa Kewaelaga Lamawato, Petrus Kopong Ola pada Senin 27 Juni 2022.

Kepada wartawan, Senin 18 Juli 2022, Petrus Kopong Ola mengaku nekat menyegel kantor desa lantaran kesal terhadap mantan Kepala Desa Kewaelaga Lamawato, Mikhael Laot Ola yang dinilainya belum melakukan pelaporan terhadap pengelolaan dana program Anggur Merah dan Gerbang Emas. 

"Dana gerbang emas Rp 250 juta dan anggur merah Rp 250 juta, totalnya, Rp 500 juta. Semuanya belum ada pelaporan sama sekali dari mantan Kades. Itu yang membuat saya tutup kantor desa sambil menunggu mantan Kades melakukan pelaporan," ungkapnya.

Baca juga: Ritual Koke Bale dan Ritus Api di Festival Lewokluok Flores Timur

Menurut dia, dana itu lebih banyak dipinjam mantan Kades dan perangkat desa. Ironisnya, kata dia, hingga habis masa jabatannya, mantan Kades tidak juga melakukan pelaporan.

"Dana ini bergulir untuk masyarakat, kenapa hanya sebagian orang saja yang diberi pinjam. Bahkan, aparat desa dan Kades sendiri juga dapat. Kades sendiri juga pinjam Rp 20 juta," ujarnya. 

Ia mengaku sebelum menyegel kantor desa, ia sudah menyampaikan ke BPD dan mantan Camat Adonara Timur untuk membatalkan dulu pelantikan Kepala Desa terpilih sebelum mantan Kades melakukan pelaporan keuangan Anggur Merah dan Gerbang Emas. 

Meski sudah sampaikan ke BPD dan Camat, namun usulannya itu hingga kini tidak ditindaklanjuti hingga Kades terpilih pun dilantik.

Baca juga: Desa Lewokluok Flores Timur Gelar Festival Budaya

"Saya memang sebagai pemilik lahan, tapi saya tutup ini tidak ada kaitannya dengan lahan. Saya tutup karena soal dana, agar Camat, BPD dan Kades baru segera mendesak mantan Kades untuk lakukan pelaporan soal dana," katanya.

Ia menambahkan, aksi segel kantor desa itu didukung penuh semua masyarakat.

"Mungkin ada yang tidak suka, tapi saya lakukan ini untuk masyarakat bukan untuk diri saya. Camat Adonara Timur, Ariston Kolot juga datang temui saya, dan saya sampaikan, bahwa saya boleh buka kantor kecuali mantan Kades sudah lakukan pelaporan," tegasnya. 

Mantan Kades, Mikhael Laot Ola saat didatangi Pos Kupang ke kediamannya, Senin 18 Juli 2022 tidak berada di tempat. Pos Kupang pun berusaha meminta nomor handphone ke istrinya, namun enggan diberi.

Baca juga: Serikat Pekka Lahirkan Tiga Kades Perempuan di Flores Timur

"Beliau masih di kebun, nanti saja baru datang," ungkap istri mantan Kades, Siti Palang Demon

Untuk diketahui, pasca kantor desa disegel, aktivitas pemerintahan desa dilakukan di balai pertemuan Dusun 1 Lamawato. 

Berita Flores Timur lainnya
 


 
 
 
 
 

 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved