Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini Benih Tumbuh dengan Baik Sangat Tergantung dari Tanahnya

Hemat saya tanahnya baik, terbukti dengan makin besar semak duri itu, sehingga menghimpit benih yang tumbuh itu hingga mati.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / HO-FR YOHANES
Simak renungan Katolik Hari Ini dari Fr. M. Yohanes Berchmans 

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Simak renungan Katolik hari ini, Rabu 20 Juli 2022.

SEMANGAT PAGI, dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan Perumpamaan Tentang Seorang Penabur (Mat. 13: 1 - 9).

Seorang Penabur menaburkan benihnya ke empat jenis tanah yang berbeda: pertama sebagian benih jatuh dipinggir jalan.

Kedua sebagian benih jatuh di tanah yang berbatu batu.
ketiga sebagian benih jatuh ditengah semak duri. keempat sebagian benih jatuh di tanah yang baik.

Baca juga: Pemerintah Imbau Pengguna dan Pengunjung PAP Jaga Kebersihan

 

Dari keempat jenis tanah dalam perumpamaan ini, kita mendengar bagaimana nasib benih yang ditaburkan itu. Yang menarik adalah sebagian benih yang jatuh di semak duri.

Tidak dijelaskan apakah tanahnya tipis atau berbatu batu atau subur? Tetapi, jika kita mendengar ceritanya yang ditonjolkan adalah semak duri, dan bukan tanahnya. Dengan demikian, bisa jadi tanah nya subur.

Berbeda dengan jenis tanah yang keempat, yakni tanah yang baik, nan subur, dimana benih tumbuh dengan baik, lalu berbuah lebat. Dari perumpamaan ini saya mengajak kita semua untuk fokus pada dua jenis tanah yang terakhir. Yang misterius adalah jenis tanah yang ditumbuhi semak duri.

Hemat saya tanahnya baik, terbukti dengan makin besar semak duri itu, sehingga menghimpit benih yang tumbuh itu hingga mati.

Baca juga: Kisah Juvensia Juventa Hidup dari Siput Bersama Lima Cucunya di Sikka

Dan melalui perumpamaan ini, Yesus mengajak kita untuk menjadi tanah yang baik, dimana benih dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang baik, bernas nan lebat. Namun, perlu diwaspadai jangan sampai kita menjadi semak duri bagi sesama, melalui persaingan yang tidak sehat.

Sebab, banyak kali dalam kehidupan bersama, kita tidak mau kalau ada orang yang "lebih" dari kita dalam berbagai aspek, maka terkadang mencari cara untuk "membunuh", karakter orang tersebut. Dengan demikian, kita telah menjadi semak duri.

Maka, mari menjadi tanah yang baik nan subur, sehingga benih dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang baik, bernas nan lebat, yang disukai, dan dikagumi oleh sesama.

Itu artinya bahwa orang yang hebat, harus selalu rendah hati atau humility berasal dari kata humus (Latin) artinya tanah atau bumi. Jadi, semakin hebat harus semakin merunduk ke tanah atau bumi. Semoga demikian.

Renungan Katolik lainnya

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved