Jumat, 17 April 2026

Berita Lembata

Pemda Lembata Tekad Turunkan Kasus Kematian Ibu dan Bayi Hingga Nol Persen

Angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Lembata masih cukup tinggi sejak tahun 2020 hingga bulan April 2022.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Pemda Lembata Tekad Turunkan Kasus Kematian Ibu dan Bayi Hingga Nol Persen
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Launching tim koordinasi percepatan penurunan AKI AKB di Ruang Rapat Kantor Bupati Lembata, Selasa, 26 Juli 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Angka kematian ibu dan angkat kematian bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Lembata disebut masih cukup tinggi. 

Hal  ini disampaikan Asisten 3 Setda Lembata, Ambros Lein, pada saat launching tim koordinasi percepatan penurunan AKI AKB di Ruang Rapat Kantor Bupati Lembata, Selasa, 26 Juli 2022. 

Berdasarkan data 2020 terdapat 5 kasus kematian ibu dan 24 kasus kematian bayi. Pada tahun 2021, terdapat 3 kasus kematian ibu dan 26 kasus kematian bayi. Sampai bulan April 2022, tercatat 4 kasus kematian bayi dan 12 kasus kematian bayi baru lahir. 

Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa menyampaikan pesan melalui Ambrosius Lein, bahwa pemerintah bertekad menurunkan angka kematian ibu dan bayi hingga angka nol kasus. Karena ini merupakan kerja kemanusiaan, tandas Marsianus, maka dia minta semua pihak yang ada dalam tim punya komitmen yang sama dan membangun koordinasi yang baik di lapangan.

Baca juga: Warga Binaan Lapas Lembata Budidaya Tanaman Hias, Permintaan Mulai Meningkat

"Kita membutuhkan kolaborasi untuk menghasilkan super tim dan bukan sekadar superman yang bergerak sendiri-sendiri," tandasnya. 

Nestor Tukan, Koordinator Distrik Lembata Program Momentum, menyebutkan data-data kasus kematian ibu dan bayi adalah data yang terlapor. Perlu dikaji lebih dalam informasi dari level keluarga di tingkat komunitas masyarakat. 

"Jangan sampai ada yang tidak terlaporkan karena faktor tertentu misalnya karena keluarga merasa malu atau takut karena ada unsur kekerasan sebagai faktor penyebabnya," urai Nestor. 

Dia menambahkan, Momentum hadir dalam kemitraan bersama pemerintah daerah melalui dinas terkait supaya memastikan peningkatan kualitas data untuk pengambilan keputusan melalui perencanaan dan penganggaran program dinas terkait.

Baca juga: SMS Satuan Polisi Pamong Praja Menyapa Sekolah Diluncurkan Penjabat Bupati Lembata

Senior Program Manager Momentum USAID Area Flores,dr.Igansius Henyo Kerong dalam sambutan  virtual, berujar bahwa launching tim koordinasi percepatan penurunan AKI AKB  di Lembata merupakan kabar yang menggembirakan. 

Dia menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTT karena Momentum diberikan kesempatan untuk terlibat dalam aksi-aksi memerangi permasalahan kematian ibu dan bayi. 

Bagi, Henyo  hanya ada satu kata yang bisa menjadi motivasi di balik kerja-kerja penurunan angka kematian ibu dan bayi, yakni kepedulian. Siapa yang peduli? 

"Yang peduli adalah keluarga, yang peduli adalah tetangga dan yang peduli adalah pemerintah," katanya.

Baca juga: Final Wanted Cup, Duel Para Gelandang Terbaik di Tanah Lembata

Tahun ini, tandasnya, Momentum akan memberi perhatian untuk Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Lembata. 

Sebagai program yang mendukung percepatan penurunan AKI dan AKB di 22 kabupaten/kota termasuk di Lembata, Momentum bekerjasama dengan pemerintah daerah terkait melalui Pembentukan Tim Koordinasi atau Kelompok Kerja (Pokja) dimaksud selama kurang lebih 2 tahun ke depan agar masalah dan tantangan dalam percepatan penurunan AKI dan AKB dapat diatasi secara bersama atau melibatkan lintas sektor. 

Berpedoman pada Rencana Aksi Daerah dan Peta Jalan Penurunan AKI & AKB Provinsi NTT sesuai Keputusan Gubernur NTT Tahun 2021 maka perlu dilakukan poses pembentukan dan launching tim Koordinasi dimaksud di Kabupaten Lembata. 

Berita Lembata lainnya

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved