Berita Sikka
150 Hari Kalender, Sikka Bangun Mall Pelayanan Publik Rp 3,5 Miliar
Pemerintah Kabupaten Sikka memulai pendirian Mall Pelayanan Publik senilai Rp 3,5 Miliar. Proyek ini dikerjakan dalam 150 hari kalender.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BANGUNAN-MALL-PELAYANAN-PUBLIK.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Pemerintah Kabupaten Sikka memulai pendirian Mall Pelayanan Publik, Rabu 9 Agustus 2022. Proyek senilai Rp 3,5 Miliar akan dikerjakan selama 150 hari kalender berlokasi di Jalan El Tari Maumere.
Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo diawali dengan ibadat dan pemberkatan sarana prasarana oleh RD. Johanis Satu Ndopo, Pr.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sikka, Lukman mengatakan anggaran Rp 3,5 miliar itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sikka tahun 2022.
"Dibiayai dari APBD Sikka Rp 3.516.412.462. Sedangkan untuk biaya-biaya yang terkait dengan pelayanan fungsi pelayanan akan dibiayai dari masing-masing instansi penyelenggara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Lukman.
Baca juga: Pekan Depan KPUD Sikka Terima Data Parpol Diverifikasi
Ia mengatakan, pembangunan Mall Pelayanan Publik dikerjakan oleh PT Suar Bumi Siaga selama 150 hari kalender dengan Konsultan Pengawas dari CV Alam Kreatif Consultan.
"Waktu pengerjaan selama 150 hari. Kita rencananya akan bekerja sama dengan dinas terkait lingkup Kabupaten Sikka, provinsi, kementerian, dan pihak swasta," katanya.
Lukman menuturkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudan melakukan perjanjian kerja sama dengan kementerian dan lembaga agar tergabung dalam Mall Pelayanan Publik. Perjanjian itu ditandai dengan pembubuhan tanda tangan Memorandum of Understanding (MoU).
"Direncanakan sebanyak 23 instansi baik dari lingkup kabupaten, provinsi, pusat, dan juga pihak swasta," ucap Lukman.
Baca juga: Anggaran Pilkada Sikka Rp 35 Miliar Direalisasikan Bertahap
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengatakan kehadiran Mall Pelayanan Publik akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara mudah, murah, dan cepat.
"Ini menjadi pelayanan yang terpadu dan terintegrasi. Sekarang ini masyarakat butuh pelayanan cepat dan tidak ribet. Harganya akan lebih murah bahkan nol rupiah," katanya
Menurut dia, pembangunan Mall Pelayanan Publik merupakan wujud kehadiran negara untuk memberikan pelayanan maksimal. Masyarakat akan mendapat pelayanan secara terpadu, mulai dari ijin membuka usaha, mengurus dokumen kuluarga, surat kendaraan, dan masih banyak kebutuhan sosial lainnya.
"Mal Pelayanan Publik sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan pelayanan sosial lainnya. Di semua tempat tentu menginginkan pelayanan secara terbaru," katanya.
Baca juga: Pelajar SMPN Kewapante Sikka Ikut Assemen Kompetensi Minimum Gantikan Ujian Nasional
Ia melanjutkan, Mal Pelayanan Publik di Maumere merupakan pembangunan ketiga di NTT, setelah Kabupaten Belu dan Ngada.
"Kita menjadi yang ketiga. Semoga tahun depan sudah diresmikan untuk digunakan," harapnya.