Berita Sikka
Asa Penjual Jajanan Trotoar di Maumere agar Anak Jadi Tentara
Saban hari selepas subuh Elisabeth Elista Du'a Mening sudah menjajakan jajanan di trotoar Jalan Nong Meak,Kecamatan Alok,Kota Maumere.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PENJUAL-KUE-DI-MAUMERE.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Saban hari selepas subuh Elisabeth Elista Du'a Mening (48) sudah menjajakan jajananan di trotoar Jalan Nong Meak, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kota Maumere, Pulau Flores.
Elisabeth menjual tiga jenis kue yang disiapkan sejak pukul 03.00 setiap menjelang subuh. Hampir satu dasawarsa terakhir ibu tiga anak ini terus berjibaku merajut usaha membantu suami menafkahi keluarga.
"Saya jualan roti goreng, roti kukus dan donat. Usaha ini sudah cukup lama, sekitar sepuluh tahun. Anak ada tiga orang yang sulung SMA, anak kedua SMP, dan bungsu masih tiga tahun," ujarnya selepas melayani pembeli, Rabu 17 Agustus 2022.
Suami Elisabeth menjajakan sarung bekas di sejumlah pasar di Kota Maumere. Pendapatan suami tidak menentu, mengharuskan Elisabet mencari sumber tambahan menjual kue.
Baca juga: Bupati Sikka Peluk Warga Binaan Rutan Maumere yang Dapat Remisi, Roby Idong: Jangan Bom Ikan Lagi
"Suami jual sarung bekas. Perlu biaya tambahan jadi saya memilih jualan kue," katanya.
Keadaan pendapatan rumah tangga pas-pasan, wanita murah senyum ini tak patah arang asalkan kehidupan anaknya kelak lebih baik dari dari kondisi saat ini. Ia bertekad anaknya meraih sarjana.
"Semua orang tua pasti ingin anaknya pintar dan bisa sekolah. Saya pasti berusaha, tapi anak saya yang sulung ingin jadi tentara," ungkapnya sambil melebarkan senyuman.
Dalam sepenggal kalimat itu, terbesit harapan besar agar impian anaknya dapat terwujud. Ia mengaku bangga melihat cita-cita mulia anaknya yang ingin menjadi prajurit Tanah Air.
Baca juga: Rayakan HUT ke 77 RI, Kepala SDI Kota Uneng Sebut Goyang Bento Tidak Mendidik Siswa
Ia percaya bahwa garis tangan semua manusia tentu nyata asalkan tetap berjuang dan pantang menyerah. Elisabet terus menasihati anaknya agar tidak mengkonsumsi miras dan merokok berlebihan dan giat berolahraga.
"Anak sulung sudah 19 tahun. Dia memang perokok tapi saya selalu nasihat agar isap rokok jangan banyak-banyak dan rutin olahraga," ungkapnya.
Sampai saat in, impian anaknya menjadi prajurit TNI menjadi tema doa sang bunda waktu bangun pagi dan malam hendak tidur. Selama sepuluh tahun melakoni usaha kue, Elisabet mengaku omsetnya tak menentu bahkan sering minus lantaran harga bahan pokok terus naik.
"Satu hari dapat Rp 60.000, tapi masih hitung dengan modal beli terigu, gula, telur, dan bahan lainnya," imbuh Elisabeth.