Berita Sikka

Masuk Musim Asam, Warga Sikka Pasang Kain Merah Putih dan Hitam di Pohon Asam

Di Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, pemilik pohon asam yang ada di kebun memasang simbol atau tanda larangan di dahan pohon.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / RANDY LIU
TANDA LARANG - Sebuah tanda larang dipasang pada dahan pohon asam. Tanda ini menandakan bahwa orang tidak boleh memetik asam di pohon itu karena sudah ada pemiliknya. Foto diambil di Warkoja, Kabupaten Sikka, Sabtu 20 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Randi Liu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Memasuki musim petik asam di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT banyak petani masuk ke kebun dan hutan mencari buah asam.

Buah asam yang sudah kering dipetik lalu diambil dagingnya lalu dijual.

Asam disebut diantara komoditi unggulan warga pada Juni sampai September setiap tahun selalu dicari warga.

Petani di Sikka sudah mengetahui kapan ia mencari asam untuk dijual dan kapan ia kerja kebun.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Pulau Flores Hari Ini Sabtu 20 Agustus 2022

 

Di Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, pemilik pohon asam yang ada di kebun memasang simbol atau tanda larangan di dahan pohon.

Pemasangan tanda larangan ini guna memberitahu kepada orang kalau pemiliknya ada dan jangan sembarang orang memetik buah asam itu.

Tanda atau simbol larangan dirancang untuk memperingatkan suatu bahan, alat atau lokasi larangan.

Penggunaan tanda atau simbol juga sangatlah bervariasi yang diatur oleh hukum pidana ataupun hukum adat.

Baca juga: Gubernur NTT Lapor Presiden Jokowi, Kuota Haji dan TNI Polri Dicapok Daerah Lain

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved