Harga BBM Naik

Jika Harga BBM Naik, Sopir Trevel Maumere-Ende Terpaksa Naikan Tarif

Para sopir menyebut akan menyesuaikan tarif dasar angkutan penumpang dan jasa sewa mobil jika Pemerintah Pusat resmi menaikan harga BBM tersebut.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KEBELEN
SOPIR TREVEL- Alexander Dau (32) dan Ferdinan Padiso (37), sopir trevel rute Maumere-Ende saat ditemui wartawan di pinggir Jalan Gadjah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Rabu 24 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan solar oleh Pemerintah Pusat mulai dikeluhkan masyarakat termasuk para sopir di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 24 Agustus 2022.

Para sopir menyebut akan menyesuaikan tarif dasar angkutan penumpang dan jasa sewa mobil jika Pemerintah Pusat resmi menaikan harga BBM tersebut.

Alexander Da'u (32), sopir trevel rute Maumere-Ende mengatakan, pihaknya sedang mengambil ancang-ancang menaikan tarif penumpang menyusul maraknya informasi di media massa yang menyebutkan Presiden Joko Widodo akan mengumumkan kenaikan BBM bersubsidi pekan ini.

Baca juga: Jadwal Misa Harian Katolik Paroki Katedral Santo Yoseph Maumere Bulan Agustus hingga September 2022

 

"Kami pasti sesuaikan dengan harga BBM. Kalau harganya naik, maka tarif penumpang juga ikut naik," katanya saat ditemui TRIBUNFLORES.COM di Jalan Gadjah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok.

Harga ancang-ancang itu, papar Alexander, mencapai Rp 130.000 per penumpang, dari harga sebelumnya Rp 100.000 per penumpang.

"Katanya harga pertalite akan naik menjadi Rp 10.000 per liter. Otomatis biaya beli bahan bakar semakin tinggi. Kami akan naikan harga Rp 120.000 sampai Rp 130.000 per penumpang," ucapnya.

Pengakuan serupa juga diungkanpkan Ferdinan Padiso (37), rekan sopir trevel Alexander Da'u. Ia sepakat lantaran sekali beroperasi membutuhkan puluhan liter bahan bakar jenis pertalite.

"Biaya bahan bakar rute Maumere-Ende (PP) sekitar Rp 200.000 bahkan lebih dari itu. Apa lagi kalau BBM naik pasti biayanya lebih besar," katanya.

Baca juga: Tim SAR Temukan Nelayan yang Hilang saat Mancing di NTT

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved