Berita Sikka
Bulan Kitab Suci Nasional, Siswa SMPK Frater Maumere Bawa 'Kitab' dari Agama Masing-masing
Tema BKSN Tahun 2022 adalah: Allah Sumber Harapan Hidup Baru. Ayat emasnya; carilah Tuhan, maka kamu akan hidup (Am 5:6).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Siswi-SMPK-Frater-Maumere-sedang-baca-Kitab-suci-Kamis-1-September-2022.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) dilaksanakan pada Bulan September setiap tahun.
Dimana, pada bulan tersebut Umat Katolik se-Indonesia mendekatkan diri pada Tuhan melalui permenungan hidup bersumber dari sabda yang tertuang dalam kitab suci yang direnungkan.
Tema BKSN Tahun 2022 adalah: Allah Sumber Harapan Hidup Baru. Ayat emasnya; carilah Tuhan, maka kamu akan hidup (Am 5:6).
Bertepatan dengan momen berahmat untuk umat Katolik tersebut, Sekolah Menengah Pertama Katolik Frater Maumere atau disingkat SMPK Frater Maumere juga tak ketinggalan mengkreasi cara melaksanakan kegiatan BKSN selama sebulan kedepan.
Baca juga: Istri dan 2 Putri Korban Tenggelam di Napun Gete Menangis Histeris, Tak Ada Pesan Terakhir dari Ayah
Kali ini, pihak sekolah mengadakan Literasi Kitab Suci. Yang mana, para guru dan siswa akan membaca dan mendalami bacaan yang telah disiapkan saat masuk kelas pada pagi hari kurang lebih 15 menit secara bersama-sama di tiap kelas masing-masing dan beberapa kegiatan lainnya.
Uniknya, untuk pertama kali para siswa diperbolehkan membawa kitab atau buku rohani dari agama yang ia anut. Mereka diberi kebebasan untuk membaca dan memahami kata-kata yang tertuang dalam kitab dari agamanya masing-masing.
Hal ini dibuat dengan beberapa pertimbangan yakni, rata-rata siswa SMPK Frater Maumere memiliki kepercayaan yang berbeda-beda. Ada yang beragama Katolik, Islam, Hindu, Budha, dan Konghucu serta Kristen Protestan.
Data yang terhimpun, jumlah siswa SMPK Frater Maumere mendekati 1000 orang. Siswa yang beragama Hindu 9 orang, Islam 11 orang, Budha 1 orang, Konghucu 1 orang.
Meski didomimasi oleh siswa yang beragama Katolik, pihak sekolah tetap memberikan kebebasan untuk tiap siswanya belajar dan memahami agamanya masing-masing lewat membaca 'kitab' atau buku rohani yang dibawa.
Guru Agama Katolik SMPK Frater Maumere, Maria M. Gena Grassa, S. Ag, saat diwawancarai pada Kamis 1 September 2022, mengungkapkan ini merupakan momen yang dinilai memiliki banyak manfaat untuk para siswa dan juga dalam rangka menyuburkan hidup toleransi di sekolah itu.
Baca juga: Misa Syukur dan Api Unggun Akhiri PKKMB Unika Santu Paulus Ruteng
"Kami dari pihak sekolah memberikan kesempatan kepada mereka untuk memanfaatkan kesempatan dalam literasi Kitab Suci ini, untuk bawa kitab suci jika tidak adapun bisa membawa buku-buku pengetahuan yang berkaitan dengan agama mereka masing-masing. Mereka diberi kesempatan untuk lebih memperdalam lagi pengetahuan mereka tentang 'kitab suci' mereka. Ini juga sebagai bentuk toleransi hidup beragama," ungkapnya.
Marni menyebutkan dalam Bulan September ini, khusus untuk yang beragama Kristen akan dibiasakan untuk membaca bacaan harian yang sesuai dengan perikop yang ditetapkan pada hari bersangkutan.
"Jadi setiap hari berbeda, sesuai dengan kalender liturgi yang ditetapkan," kata Marni.