Flores Writers Festival 2022

Flores Writers Festival 2022, Membaca Sejarah Kota, Membangun Kecintaan Pada Kampung

Flores Writers Festival berusaha mempresentasikan inisiatif-inisiatif komunitas dan kolektif di berbagai daerah di Flores

Editor: hilarius ninu
TRIBUNFLORES.COM/HO.PANITIA
FOTO-Foto-foto Flores Writers Festival. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Kristin Adal

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Tahun 2021, Flores Writers Festival pertama kali digelar di Ruteng. Mengusung tema Ludung Wa Mai Tanan: Bertunas dan Berakar dari Dalam Tanahnya.

Tahun 2022, festival ini berpijak pada kata kunci ‘tanah’ untuk merefleksikan kembali gagasan dan pengetahuan lokal tentang tanah serta pertumbuhan ekosistem literasi dan sastra di Flores.

Perhelatan pertama ini membicarakan berbagai subtema antara lain soal filosofi tentang tanah menurut orang Manggarai dan irisannya dengan konflik tanah yang dipercepat oleh pembangunan berbasis pariwisata, tanah dan ekologi, tanah dan sejarah, dongeng-dongeng tentang tanah, dan kisah-kisah personal penulis mengenai rumah serta keluarga.

Baca juga: Penerima Beasiswa Mardi Wiyata Selesaikan Tugas Belajar Tepat Waktu

Tema-tema ini disajikan dalam beberapa rangkaian acara seperti seminar, bincang tematik, pertunjukan, sayembara pembaca, tur budaya dan residensi seniman.

Penulis dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir dalam perhelatan ini, seperti M. Aan Mansyur, Chynta Hariadi, Mario F. Lawi, Silvester Hurit, Aura Asmaradana, Armin Bell, Valentino Luis, juga beberapa seniman pertunjukan seperti Dixxxie Vuturama & Bianca da Silva, Perola Negra, Gabriela Fernandez, dan Mario Lasar.

Setelah Ruteng, Flores Writers Festival berpindah tempat perhelatan ke Ende. Perhelatan yang kedua ini akan dilaksanakan pada 28 September-1 Oktober 2022. Melanjutkan tema sebelumnya, festival kali ini berpijak pada kata kunci ‘halaman’. ‘Mai Kea Bego Gha Wewa Sa’o: Mari Bermain di Halaman,’ dipilih sebagai kerangka tematik.

Baca juga: Misa Pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional 2022, Romo Fidel Bilang Hidup Harus Punya Harapan

Dengan mengusung tema tersebut, perhelatan Flores Writers Festival diproyeksikan untuk membicarakan Ende sebagai kampung halaman, sebagai tempat penting dalam sejarah yang mendorong kemajuan peradaban dan kebudayaan modern di Flores.

Flores Writers Festival 2022 mendorong adanya pembahasan kembali soal Ende sebagai tempat lahirnya percetakan dan pers di Flores, bahkan NTT. Festival ini juga mendorong aktivasi ruang-ruang seni, budaya, dan literasi, seperti percetakan Arnoldus, penerbit Nusa Indah, serambi Soekarno, gedung Imakulata dan tempat[1]tempat lain yang sudah sejak dahulu menjadi pilar penting bagi lahir dan tumbuhnya kesenian serta kebudayaan modern di Flores.

Aktivasi situs-situs penting juga sejalan dengan upaya aktivasi komunitas-komunitas kreatif di Ende dan Flores secara umum. Hal ini didasarkan pada amatan mengenai kurang nampaknya kegiatan literasi serta seni dan budaya di kota Ende hari-hari ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini Jumat 2 September 2022, Tuhan Sumber Kekuatan Kita

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved