Berita Manggarai

Minta 'Fee' Proyek di Dinas PUPR Manggarai, Bupati Desak Periksa THL

Oknum tenaga harian lepas di Dinas PUPR Manggarai diduga meminta fee proyek Rp 50 juta kepada rekanan untuk diserahkan kepada istri pejabat.

Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM/HO-HALAMAN FACEBOOK HERYBERTUS G. L. Nabit
SAMBUTAN. Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit saat sambutan di Gereja Katedral, Ruteng, Rabu 3 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Dugaan permintaan fee proyek di Kabupaten Manggarai, Bupati Hery Nabit meminta Dinas PUPR untuk memeriksa RS oknum  tenaga harian lepas (THL) bekerja di dinas tersebut.

"Urusan saya sebagai bupati ialah mendorong kepala dinas periksa tenaga harian lepasnya. Itu urusan saya," ungkapnya Bupati Hery kepada awak media usai apel Pramuka, Kamis 1 September 2022.

Desakan pemeriksaan itu merupakan buntut pengakuan salah seorang kontraktor asal Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, berinisial A pada salah satu media online.

Kantraktor A membenarkan pengakuannya terkait permintaan fee  proyek puluhan juta untuk mendapatkan proyek APBD II di Kabupaten Manggarai pada tahun 2022.

"Semua yang ada di media itu benar,"ungkapnya saat dihubungi TRIBUNFLORES.COM,Kamis malam.

Baca juga: PLN Peduli Serahkan Gerobak Listrik Bagi UMKM di Labuan Bajo Manggarai Barat, Dukung Misi Go Green

Namun  dia enggan mengungkapkan secara gamblang terkait seperti apa keterlibatan MH, Istri orang nomor satu di Manggarai dalam praktek dugaan permintaan fee.

"Kalau soal keterlibatan ibu bupati, saya tidak mau omong pak. Saya sudah sepakat dengan tiga media," ujarnya 

Seperti yang diberitakan pada satu media online, seorang THL di Dinas PUPR Kabupaten Manggarai berinisial RS menghubungi A untuk menyiapkan sejumlah uang dengan iming-iming mendapatkan proyek.

Penyerahan uang itu dari kontraktor A melalui RS kemudian di serahkan pada  salah satu karyawan rumah toko (RUKO) di sekitar tTerminal Mena, Kelurahan Tuke, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Baca juga: Realisasi APBN di Manggarai Raya dan Ngada Dorong Pertumbuhan Perekonomian Nasional

Namun kontraktor berinisial A ini tidak kunjung diberikan proyek yang seperti dijanjikan, dia meminta RS untuk mengembalikan uang yang setor senilai Rp 50 Juta. RS mengembalikan uang itu melalui BRIlink dengan secara bertahap.

RS beberapa kali  melalui sambungan telepon, namun tidak memberikan respon. Begitupun  MH belum berhasil dimintai klarifikasi baik melalui sambungan telepon dan wia WhatsApp. 

Berita Manggarai lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved