Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Hari Ini Minggu 4 September 2022, Minggu Pertama Bulan Kitab Suci Nasional

Simak Renungan Hari Minggu 04 September 2022, Renungan Minggu ini merupakan Minggu pertama dalam Bulan Kitab Suci Katolik Nasional.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / GG
RENUNGAN HARIAN KATOLIK -Renungan Harian Katolik Hari Ini Minggu 4 September 2022, Minggu Pertama Bulan Kitab Suci Nasional 

"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku".

•Yesus mengucapkan kata-kata ini dalam perjalanan terakhir ke Yerusalem di mana Sang Juruselamat mengurbankan nyawa di kayu Salib bagi kita.
•Maksud sabda Yesus dengan "membenci bapa, ibu, isteri, anak" ialah bahwa kasih pada Tuhan harus mendapat tempat pertama dan utama, melampaui kasih pada orang tua serta orang-orang tercinta, bahkan nyawa sendiri. Hanya dengan itu seorang murid siap memikul salib dan mengikuti jejak Yesus.

Ajaibnya ialah:

Ketika orang berani mengikuti Yesus sepenuh hati dan mengurbankan segalanya, ia justru menjadi berkat besar bagi orang tua, sanak saudara, orang-orang tercinta, dan bagi banyak orang lain. Inilah buah cinta yang sejati, yang berakar dalam kasih Allah sendiri.

Harga pemuridan Kristus ialah pemberian diri total bagi Tuhan. Yesus tahu bahwa tuntutan-Nya ini berat.

Maka dari awal pengikut-Nya harus sadar akan harga pemuridan ini.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 3 September 2022, Lengkap dengan Mazmur Tanggapan

Itulah arti rohani dua perumpamaan Yesus:
•Sebelum orang membangun menara ia harus menghitung biaya, dan sebelum pergi ke medan perang, orang mesti mempertimbangkan kekuatan tempur untuk memenangkan perang.

"Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku".
Rasul Paulus, misionaris agung, telah membayar tuntas harga pemuridan dengan menunaikan tugas misioner teramat setia sampai mati sebagai martir.

Sebelum itu dari dalam penjara dia masih menulis surat kepada Filemon untuk membela nasib Onesimus, budak Filemon yang melarikan diri dari rumah tuannya.

Menurut hukum waktu itu, budak pelarian akan disiksa dengan sangat kejam, bahkan dibunuh. Tapi Onesimus kini telah bertobat dan menjadi seorang Kristen.

Maka Paulus meminta Filemon menerima dia kembali sebagai seorang saudara seiman.
Ternyata sekitar 50 tahun kemudian, St. Ignatius dari Antiokia, murid Rasul Yohanes, menulis surat kepada jemaat di Efesus. Dia menyebut dengan rasa kagum Uskup yang memimpin jemaat di Efesus waktu itu: ONESIMUS.
Betapa ajaib karya Tuhan!

Demikian Renungan Minggu 04 September 2022, Bulan Kitab Suci Katolik Nasional.

Renungan Katolik lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved