Berita Sikka

Pangku Kaki,Minum Kopi dan Merokok,Petugas Dishub Sikka di Mata Sopir Angkutan Kota 

Hari kedua pasca kenaikan bakar bakar minyak,sopir angkutan umum dan angkutan pedesaan di Sikka menggelar aksi damai menuntut kenaikan tarif penumpang

Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Kepala Dinas Perhubunga (Dishub) Kabupaten Sikka,Mauritius Minggo,Rabu 13 Juli 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Puluhan sopir angkutan umum antarkota dan angkutan pedesan di Kabupaten Sikka, Senin 5 September 2022 menggelar aksi damai menuntut kenaikan tarif angkutan penumpang pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dalam aksi demo di pelataran Kantor DPRD Sikka  Jalan El Tari Maumere, kinerja petugas jaga di Terminal Madawat dan Terminal Lokaria juga tak luput dari sorotan para sopir. Mereka menilai petugas sopir hanya datang minum kopi dan merokok tanpa menertibkan operasi kendaraan dari luar daerah.

"Petugas datang hanya isap rokok, pangku kaki dan minum kopi saja. Selama ini tidak menertibkan angkutan pedesaan dan angkutan kota dalam provinsi yang keluar masuk terminal," ujar Yosep Yan Teris, sopir  angkutan di Kota Maumere.

Keadaan itu, kata Yosep membuat sopir tidak mempercayai Dinas Perhubungan. Mereka kesal karena selama ini tak absen membayar retribusi harian namun petugas bekerja tak maksimal.

Baca juga: Nelayan di Sikka Tak Melaut karena Bahan Bakar Mahal, Ical: Kalau Paksa Kami Rugi

Ia dan rekan sopir bahkan berencana saling swadaya membayar jasa Polisi Satuan Lalu Lintas (Polantas) untuk menertibkan kendaraan.

"Hanya Lantas saja yang bisa kami percaya. Karena kalau ada mobil lain yang masuk, polisi pasti langsung tilang. Kalau tidak bisa tertibkan biar kami kumpul uang bayar Polisi Lantas saja," tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sikka, Mauritius Minggo berjanji mengevaluasi kinerja petugas sesuai dengan keluhan yang disampaikan para sopir.

"Saya akan evaluasi semua. Besok saya panggil petugas untuk arahkan sesuai dengan masukan mereka," ujarnya setelah aksi mogok.

Baca juga: Sopir di Sikka Minta Tarif Angkutan untuk Pelajar Mahasiswa Rp 5.000 Per Orang & Dewasa Rp. 8.000

Mauritius juga menerima semua kritikan dan usul saran dengan lapang dada karena tugasnya adalah melayani masyarakat.

"Kami ini kan pelayannya mereka. Prinsip saya begitu," ucapnya lagi.

Berita Sikka lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved