Berita Sikka

Bawang Merah dan Putih di Pasar Alok Sikka Turun Harga 50 Persen

Harga bawang merah dan putih di Pasar Alok, Kota Maumere masih rendah pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 3 September 2022.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Aktivitas pedagang bawang merah dan putih di Pasar Alok,Kota Maumere pasca kenaikan BBM, Selasa 6 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Harga kebutuhan bumbu dapur berupa bawang merah dan putih di Pasar Alok, Kota Maumere, Kabupaten Sikka masih rendah pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 3 September 2022.

Jek Risek (42), pedagang bawang eceran  belum berani menyesuaikan harga menyusul kenaikan BBM lantaran stok bawang membanjir selama satu bulan terakhir.

"Harga bawang merah dan putih Rp 25.000 per kilogram. Sekarang lagi musim makanya sulit menaikkan harga," kata Jek saat melayani pelanggan, Selasa 6 September 2022.

Menurut dia, harga saat ini bisa berubah apabila semua pedagang dan pengepul kompak mengambil sikap menaikan harga.

Baca juga: Protes Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa di Maumere Bakar Ban Pakai Pertalite

"Kalau semua pedagang kompak mungkin harganya bisa naik. Sekarang ini belum," ucapnya.

Rusman (43), pedagang lain juga menuturkan hal serupa. Ia mengaku harga bawang turun 50 persen dari harga sebelumnya yang menyentuh Rp 50.000 perkilogram.

"Dua bulan lalu itu sampai Rp 50.000 per kilo gram. Sekarang turun setengah harga," katanya.

Setelah menyimak informasi perihal kenaikan harga BBM, kata dia, para pedagang diharapkan kompak menaikan harga bawang sehingga tidak menelan kerugian.

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Maumere Nyaris Ricuh, Pendemo & Aparat Saling Dorong di DPRD Sikka

"Harapan semoga bawang juga naik. Kami juga takut rugi karena biaya transport akan mahal," katanya.

Rusman yang mendatangkan stok bawang dari Pulau Flores bagian barat mengaku harga BBM saat ini sangat mencekik nasib pedagang. Ia harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk mobilisasi pulang-pergi (PP).

"Sebelum BBM naik biaya bahan bakar sekali jalan itu Rp 300.000. Sekarang sudah naik otomatis biayanya sekitar Rp 400.000. Kalau pulang pergi tambah biaya lain-lain sudah pasti jutaan rupiah," tandasnya.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved