Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Protes Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa di Maumere Bakar Ban Pakai Pertalite

Elemen mahasiswa GMNI,PMKRI,IMM dan HMI menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pelataran Kantor DPRD Sikka.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Aliansi mahasiswa di Maumere membakar ban bekas dalam aksi demo menolak kenaikan BBM di Kantor DPRD Sikka, Selasa 6 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Gabungan empat elemen mahasiswa GMNI, PMKRI, IMM dan HMI menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pelataran Kantor DPRD Sikka, Selasa 6 September 2022.

Mereka membakar ban bekas di depan pintu masuk menuju Gedungan DPRD Sikka. Suasana makin panas ketika para mahasiswa menyiram api bernyala menggunakan pertalite.  Sambil meneriaki ketidakadilan, para aktivis yang jumlahnya puluhan bergandengan tangan mengelilingi kobaran api di pintu masuk kantor.

Kelompok Cipayung Plus mengawali demonstrasi dengan berjalan kaki dari Lapangan Kota Baru. Jaraknya kurang lebih dua kilo meter untuk tiba di Kantor DPRD Sikka. Massa membentangkan sejumlah pamflet mengecam pemerintah pasca kenaikan BBM. Menurut pendemo, kenaikan tersebut membuat masyarakat semakin melarat.

Sebelum menyeruduk Kantor DPRD Sikka, demonstran sempat berhenti di perempatan Tugu Moff di Jalan El Tari Maumere. Mereka berorasi sambil menyanyikan lagu perjuangan. Aksi tersebut sempat menggangu lalu lintas kendaraan.

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Maumere Nyaris Ricuh, Pendemo & Aparat Saling Dorong di DPRD Sikka

Ketua PMKRI Santo Thomas Morus Maumere, Kris Sologus Dami mengatakan aksi bakar ban merupakan simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat.

"Ini cara kami melawan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Kami bukan mau buat kericuhan," lantangnya dari atas mobil pikap hitam.

Beberapa saat berselang, rombongan pendemo berarak masuk pelataran kantor. Disana mereka disambut aparat kepolisian lengkap dengan tameng huru hara dan pentungan.

Pendemo yang bersikeras menolak audiensi karena diwakili beberapa aktivis akhirnya menyerobot aparat. Aksi saling dorong tak terelakan hingga salah seorang anggota polisi mengayunkan dua pukulan namun tak kena sasaran.

Baca juga: Harga BBM Naik, Mahasiswa di Flores Gelar Demo hingga Long March Menuju Kantor DPRD Sikka

Aktivis yang tak tinggal diam terus mendorong aparat. Ada aparat dan aktivis bahkan terjatuh saat aksi adu otot tersebut.

Wakil DPRD Sikka, Yoseph Karmianto Eri, berusaha memberikan tawaran ruang audiensi namun hanya diwakili beberapa aktivis dengan dalih sebagian besar anggota dewan sedang tak hadir di tempat.

"Untuk teman-teman pendemo diminta pengertiannya. Beberapa teman DPRD sedang mempersiapkan laporan dan juga untuk persiapan rapat paripurna sebentar malam," kata Yoseph menggunakan pengeras suara dari arah berlawanan.

Ia juga menawarkan penyampaian lima tuntutan aliansi mahasiswa sampai di pelataran kantor. Tawaran itu justru ditolak pendemo yang terus menerobos sampai di pendopo.

Baca juga: Mahasiswa Maumere Desak Pemerintah Cari Jalan Keluar Terbaik Sehingga Harga BBM Tidak Naik

"Kami tidak mau diwakili. Ini rumah kami. Jangan halang-halangi karena kami mau masuk," teriak Kris Sologus Dami.

Karena desakan semakin memanas hingga aksi adu mulut, DPRD Sikka akhirnya menyediakan tempat audiensi di dalam ruangan.

Hingga berita ini ditayangkaan audiensi masih berlangsung antara delegasi pendemo dari empat elemen mahasiswa bersama anggota DPRD Sikka.

Berita Sikka lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved