Harga BBM Naik

Harga BBM Naik, Pelni Maumere Masih Tunggu Keputusan soal Tarif Penumpang, Yusuf: Masih Tarif Lama

Menanggapi hal itu, PT Pelni Maumere belum memutuskan kenaikan tarif penumpang meski BBM resmi dinaikan oleh Pemerintah Pusat.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KEBELEN
SANDAR-Kapal Motor (KM) Sirimau sandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka. Kapal milik PT Pelni ini melayani penyeberangan laut di beberapa daerah NTT. 

Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Presiden Joko Widodo resmi menetapkan kenaikan harga Bahan Bakan Minyak (BBM) tanggal 3 September 2022 kemarin.

Kenaikan BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax non subsidi ini berpotensi pada perubahan tarif transportasi yang baru.

Menanggapi hal itu, PT Pelni Maumere belum memutuskan kenaikan tarif penumpang meski BBM resmi dinaikan oleh Pemerintah Pusat.

Kepala Pelni Maumere, Yusuf mengatakan, tarif penumpang masih mengacu pada harga lama mengingat belum ada kesepakatan perihal penetapan tarif baru.

Baca juga: Raperda Dinyatakan Harmonis, Kabupaten Ngada Siap Bentuk 55 Desa Baru

 

"Belum ada kesepakatan. Sampai sekarang masih menggunakan tarif lama, tidak ada kenaikan tiket penumpang," ujar Yusuf via sambungan telepon, Selasa 6 September 2022.

Ia menerangkan, tarif baru bisa ditetapkan setelah mendapat persetujuan dari pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Selama belum diputuskan, maka tarif yang lama tetap berlaku," sahutnya.

Yusuf akan mengumumkan kepada masyarakat khususnya para penumpang dan calon penumpang jika harga tiket kapal sudah dinaikan.

"Kalau ada kenaikan pasti kita akan sampaikan kepada penumpang atau calon penumpang kita," tutur Yosef.

Untuk diketahui, keputusan Pemerintah Pusat menaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax non subsidi semakin dikeluhkan masyarakat seantero Tanah Air.

Baca juga: Rifanty dan Widi Senang Bisa Diwisudakan di IKIP Muhammadiyah Maumere

Di Kabupaten Sikka, para sopir angkutan kota dan pedesaan menggelar aksi damai mendesak Bupati Fransiskus Roberto Diogo segera berlakukan tarif sementara.

Selain aksi para sopir, empat elemen mahasiswa dari PMKRI, GMNI, HMI, dan IMM juga menggelar aksi serupa. Rombongan pendemo menyeruduk Kantor DPRD Sikka hingga nyaris ricuh dengan aparat kepolisian setempat.

Berita Harga BBM Lain

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved