Berita Maumere

Kisah Pedagang Sayur di Sikka, Berjuang Hidupi Keluarga

Margareta mengatakan ia harus berangkat pada pukul 03.00 dan menempuh jarak kurang lebih 24 km untuk berdagang sayur di Pasar Tingkat Maumere.

Editor: hilarius ninu
TRIBUNFLORES.COM/NOFRI FUKA
PEDAGANG-Margaretha, pedagang sayur di Pasar Beringkat Maumere, Kabupaten Sikka. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Margaretha (42), warga Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, mengaku sudah 9 tahun dagangan sayur.

Bahkan, sudah beberapa kali berganti-ganti tempat dagangan, mulai dari Pasar Wairkoja dan  Pasar Alok hingga beberapa trotoar.

Kini ia memilih berdagang sayur di pasar tingkat Maumere.

"Ya, saat pindah ke pasar tingkat barulah dagangan ramai dibeli, berbeda dengan sebelumnya," kata Margareta kepada TRIBUNFLORES.COM, saat ditemui di los jualannya, Pasar Tingkat Maumere, Jumat (23/9/22).

Margareta mengatakan ia harus berangkat pada pukul 03.00 dan menempuh jarak kurang lebih 24 km untuk berdagang sayur di Pasar Tingkat Maumere.

Baca juga: El Tari Memorial Cup, Suporter Persebata Bantu Kawal Pemain Perse Ende ke Penginapan Pasca Ricuh

"Saya berangkat dari Waigete subuh dan mulai dagang di sini sekitar jam 05.00," ujarnya.

Dari pantauan TRIBUNFLORES.COM, jenis sayuran yang didagangkan adalah, ubi kayu, daun singkong, jantung pisang, labu, daun kelor, lombok dan sayuran lainnya.

Dijelaskannya sayuran itu ia beli dari pedagang besar kemudian ia jual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Untuk daun singkong ia beli 1 ikat besar dengan harga Rp 10 ribu, dan dipisahkan kedalam ikatan - ikatan kecil dan dijual 3 ikat Rp 5 ribu.

Baca juga: Calon Peserta Seleksi Tamtama Polri Tanda Tangan Pakta Integritas di Polres Ngada

"Ubi kayu saya beli Rp 100 ribu satu karung, saya jual satu tumpuk Rp 10 ribu. Kalau laku semuanya, dapat untung Rp 50 ribu dari penjualan," jelas Ibu 5 anak ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved