Rabu, 29 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Hari Ini Minggu 25 September 2022, Pesta Segera Berlalu

Tema Renungan Harian Katolik Hari Ini Pesta Segera Berlalu. Renungan Harian Katolik Hari Ini dibawakan oleh RD. Eman Kiik Mau.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Hari Ini Minggu 25 September 2022, Pesta Segera Berlalu
TRIBUNFLORES.COM / HO-ROMO EMAN
Romo Eman Kiik Mau, Pr. Renungan Harian Katolik Hari Ini Minggu 25 September 2022, Pesta Segera Berlalu 

Oleh : RD. Eman Kiik Mau

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Simak Renungan Harian Katolik Hari Ini Minggu, 25 September 2022.

Tema Renungan Harian Katolik Hari Ini Pesta Segera Berlalu.

Renungan Harian Katolik Hari Ini dibawakan oleh RD. Eman Kiik Mau.

Mari baca Renungan Harian Katolik Hari Ini.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Minggu 25 September 2022, Lengkap dengan Mazmur Tanggapan

 

Amos 6:1a.4-7
1 Tim 6:11-16
Luk 16:19-31
Hari Minggu Biasa XVI


Bacaan pertama dalam perayaan Ekaristi Minggu ini diambil dari Kitab Amos yang berisikan kritikan keras dari sang nabi.

Amos mengecam orang-orang terkemuka yang tinggal di Samaria, ibu kota kerajaan Israel. Mereka ini tentu saja kaum berada, tetapi bukan itu saja, mereka juga memiliki kekuasaan serta pengaruh besar di bidang sosial politik yang berdampak bagi kehidupan banyak orang.

Orang-orang itu dikecam karena hidup seenaknya. Mereka merusak hidup mereka sendiri dengan pesta dan sukaria tiada henti. Mereka suka berfoya-foya dengan fasilitas yang paling baik, tempat tidur dari gading, makanan dan minuman yang paling enak, daging domba dan anggur, serta hiburan yang paling meriah, lagu-lagu dengan iringan gambus. Mengapa pesta-pesta tersebut dikecam oleh nabi Amos?

Baca juga: Renungan Harian Katolik Hari Minggu 25 September 2022, Menjadi Kaya Dihadapan Allah

Ada 2 alasan fundamental, antara lain:

1. Mereka berpesta pora dengan uang yang diperoleh dengan cara yang tidak baik, yakni dari hasil memeras orang lemah dan menginjak orang miskin.

2. Orang-orang kaya itu tidak peduli dengan dunia sekitar. Bagaimana mungkin mereka terus bersenang-senang, padahal di sekeliling mereka banyak orang miskin yang susah? Jelaslah bahwa dengan bersikap demikian, orang-orang kaya tersebut telah melakukan ketidakadilan. Dan Tuhan tak berkenan pada mereka.

Sebagai konsekuensi, inilah nubuat penghakiman dari nabi Amos: nasib orang-orang itu akan dibalik 180°. Bangsa yang utama akan dijadikan bangsa yang rendah. Mereka akan dibuang ke tanah asing, dan dalam pembuangan itu, para bangsawan akan ditaruh di barisan yang paling depan. Kemeriahan pesta pun akan berlalu dan akan diganti dengan ratap tangis yang memilukan.

Rasul Paulus menasehati kita semua: "Hai engkau, manusia Allah, jauhilah semua kejahatan, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar, dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil, untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi"

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved