Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Hari Minggu 25 September 2022, Menjadi Kaya Dihadapan Allah
Judul renungan harian Katolik hari ini ini: Menjadi Kaya Dihadapan Allah Akan Mendatangkan Keselamatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Fr-M-Yohanes-Berchmans.jpg)
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Simak Renungan Harian Katolik Hari ini Minggu 25 September 2022.
Judul renungan harian Katolik hari ini ini: Menjadi Kaya Dihadapan Allah Akan Mendatangkan Keselamatan.
Renungan Harian Katolik Hari ini dibawakan oleh Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao.
Mari baca Renungan Harian Katolik Hari ini.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Hari Sabtu 24 September 2022, Pengalaman Hidup Selalu Ada Pesan untuk Kita
SEMANGAT PAGI, pada hari ini kita memasuki hari Minggu Biasa ke XXVI. Dan bacaan Injil hari ini dilisahkan tentang Orang Kaya Dan Lazarus Yang Miskin (Luk. 16: 19 - 31).
Kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin sebenarnya mau menggambarkan dua kondisi hidup manusia, dengan konsekuensi yang akan dialami.
Artinya bahwa tidak selamanya orang kaya mengalami penderitaan hidup diakhirat, dan tidak selamanya orang miskin akan mengalami hidup bahagia di akhirat.
Yang dumaksudkan disini adalah bahwa orang kaya pun memiliki kesempatan untuk masuk surga, manakala ia memiliki sifat murah hati dalam menggunakan kekayaan atau hartanya, dengan suka berbagi, suka memberi, suka membantu atau menolong sesama yg berkekurangan, peduli atau peka dengan kebutuhan orang di sekitarnya.
Jika demikian, maka dia tidak hanya kaya secara materi, tetapi juga kaya secara rohani. Dan jarang sekali orang kaya secara materi dan kaya secara rohani.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 23 September 2022, Pesta St. Padre Pio, Segala Sesuatu Ada Waktunya
Orang yang kaya secara rohani, pasti orangnya murah hati, tidak kikir, tidak pelit, suka berbagi, suka memberi, mengapa? Karena dia sadar bahwa kekayaannya adalah titipan dari Tuhan.
Itu artinya kekayaannya bukan hanya miliknya semata, tetapi milik Tuhan, yang hadir dalam diri orang miskin.
St. Vincentius a Paulo pelindung perutusan frater Bunda Hati Kudus, memandang si miskin sebagai tuannya yang harus di layani.