Selasa, 12 Mei 2026

Berita Lembata

AMPPERA Tuntut Pemda Lembata Atasi Kelangkaan BBM

Aliansi Masyarakat Pemuda Peduli Rakyat Lembata (AMPPERA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Lembata, Selasa, 11 Oktober 2022.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto AMPPERA Tuntut Pemda Lembata Atasi Kelangkaan BBM
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Aliansi Masyarakat Pemuda Peduli Rakyat Lembata (AMPPERA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Lembata, Selasa, 11 Oktober 2022.   

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dialami masyarakat Lembata bikin gerah Aliansi Masyarakat Pemuda Peduli Rakyat Lembata (AMPPERA). Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Lembata, Selasa, 11 Oktober 2022.

Unjuk rasa diawali dengan long march dari Simpang Lima Wangatoa menuju kantor bupati. Setelah berorasi, aliansi pun beraudiensi dengan Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa. 

Koordinator lapangan AMPPERA, Hendra Langoday meminta pemerintah daerah Lembata mengambil langkah konkret untuk atasi masalah yang tak pernah tuntas selama bertahun-tahun itu. 

Dia juga menyinggung pernyataan Marsianus Jawa di hadapan media yang menyebut kelangkaan BBM akibat adanya mafia.

Baca juga: Usia 23 Tahun Otonomi Lembata, Thomas Ata Ladjar Luncurkan Buku Monumental Lembata

Menurut dia, pemerintah dan aparat penegak hukum perlu mengungkap siapa mafianya. Masyarakat butuh keterbukaan siapa dalang di balik kelangkaan BBM itu. 

"Kalau ada, pemda dan aparat penegak hukum perlu selidiki dalang di balik keresahan ini. Jangan berdiam diri," ujarnya. 

Keresahan yang sama juga diutarakan oleh anggota AMPPERA lainnya Abdul Gafur Sarabiti. Masyarakat, kata dia, sudah menjerit akibat melonjaknya harga BBM yang dijual eceran di pinggir jalan yang sudah mencapai harga Rp 25-30 ribu per botol minuman kemasan. Sementara, SPBU selalu sesak dengan antrean para pelangsir. 

"Kita harap ada solusi jangka panjang dari penjabat bupati. Sebagai ketua Forkopimda, bupati tentu punya seperangkat instrumen untuk bisa atasi ini. Kalau ada mafia maka kami dukung pak penjabat untuk selesaikan masalah BBM ini," Abdul Gafur.

Baca juga: KPU Lembata Masuki Rumah Warga Verifikasi Faktual Anggota Parpol

Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa, menjelaskan alasan dirinya menuding mafia BBM di balik kelangkaan di Lembata. 

"Kenapa saya bilang mafia? Kalau bukan mafia kenapa dari dulu tidak bisa diselesaikan. Sudah berapa bupati? Berarti ada sesuatu. Maka, itu gambaran pemda tidak bisa selesaikan. Banyak informasi masuk ke saya. Tapi siapa yang bisa ungkap ini? ya keamanan, polisi harus bisa ungkap ini," ujar Marsianus. 

Katanya, pemerintah daerah sudah bekerja untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM di Lembata. Pemerintah tidak pernah diam. 

"Pemda tidak pernah diam kita tetap bekerja seperti tuntutan AMPPERA," kata dia.

Baca juga: Hambatan Keuangan PT HIkam, BBM Subsidi Tidak Terangkut ke Lembata

Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali, menuturkan, pemerintah serius mengatasi masalah ini. Pada tanggal 4 Oktober 2022, pemerintah bertemu pihak Pertamina Depot Maumere di Kabupaten Sikka. 

"Di sana kita sampaikan semua hal yang terjadi di Lembata," ujarnya. 

Paskalis mengungkapkan ada 2 masalah yang sebabkan kelangkaan BBM di Lembata. Pertama, masalah alat angkut BBM (transportir). Kedua, masalah finansial perusahaan penyalur yang tidak sanggup menebus kuota BBM subsidi. 

"Kita temukan ada kuota yang tidak terangkut ke Lembata," kata dia. 

Berita Lembata lainnya

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved