Berita Lembata

Rancangan Dapil Pemilu 2024 di Lembata,Nubatukan Gabung Nagawutung Kuota Sembilan Kursi

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lembata telah mengusulkan rancangan penataan daerah pemilihan (Dapil) dalam pemilihan legislatif tahun 2024.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata membahas rancangan penataan daerah pemilihan (Dapil) dalam pemilihan legislatif pada 2024. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata telah mengusulkan rancangan penataan daerah pemilihan (Dapil) dalam pemilihan legislatif pada 2024. Usul perubahan Dapil ini dilakukan  dalam dua rancangan yakni mengikuti Dapil pada Pemilu 2019 dan  rancangan tiga Dapil.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Lembata, Barnabas Marak, saat konferensi pers di kantor KPU Lembata, Lewoleba, Kamis  24 November 2022.

Jika rancangan tiga Dapil ini diakomodir oleh KPU RI, maka peta arena pertarungan calon anggota legislatif di Kabupaten Lembata akan berubah secara signifikan. Dapil satu dari sebelumnya hanya Kecamatan Nubatukan, berubah menjadi gabungan Kecamatan Nubatukan dan Nagawutung mengalokasikan sembilan kursi.

Dapil dua  dari sebelumnya meliputi Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan berubah menjadi gabungan lima kecamatan yakni Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan dan tambahan dua kecamatan dari Dapil empat yakni Kecamatan Atadei dan Wulandoni dengan kuota sembilan kursi.

Baca juga: Komunitas Multi Level Remaja di Lembata Tularkan HIV Aids

Dapil tiga  tidak berubah yakni Kecamatan Omesuri dan Buyasuri, namun kuota kursi di Dapil ini dari sebelumnya delapan kursi berkurang menjadi tujuh kursi.

Kedua rancangan ini masih dalam proses usulan, selanjutnya akan melalui tahap uji publik yang dilaksanakan pada 7 Desember 2022 mendatang.

Barnabas menjelaskan publik dapat memberikan tanggapan atas rancangan ini ke KPU Lembata paling lambat sampai tanggal 29 November 2022.

"Nanti tanggapan ini akan kita bawa juga pada saat tanggal 7 Desember. Supaya kita bicara bagaimana arena pertarungan Partai Politik ini untuk merebut 25 kursi,” kata Barnabas.

Baca juga: Petani dan Pengepul Lembata Desak Gubernur NTT Cabut Pergub Rumput Laut

Dia menjelaskan penataan Dapil ini dilakukan setiap lima tahun sekali. KPU di daerah diwajibkan melahirkan dua rancangan yang nanti akan melalui tahap uji publik.

“Sekarang ini seluruh KPU di Republik Indonesia melakukan penataan Dapil. Penataan Dapil ini dilakukan setiap lima tahun sekali. Maka rancangan yang ada ini bukan rancangan final, yang nanti pada uji publik kita akan bicarakan bersama,” pungkasnya.

Ketua KPU Lembata Elias Making menjelaskan, berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2022 Pasal 2 Ayat 1, terdapat tujuh prinsip penataan Dapil.

Tujuh prinsip tersebut yakni kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas dan kesinambungan.

Baca juga: Desa Lamatokan di Lembata Terbanyak Kasus HIV/Aids

“Jadi tujuh prinsip ini diperhatikan oleh KPU dalam penataan Dapil. Ini menjadi bagian dari tahapan yang tidak bisa dilepas dari tahapan Pemilu tahun 2024,” ujar Elias.*

Berita Lembata lainnya

 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved