Berita Manggarai
Bupati Manggarai Resmikan Tanah Makam Khusus Umat Muslim, Bangun Kerukunan Umat Beragama di NTT
Acara peresmian ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penanaman pohon beringin pada lokasi tersebut. Potret toleransi di NTT.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit meresmikan tanah pemakaman Muslim Manggarai yang berlokasi di Bahong Kecamatan Ruteng, Minggu 27 November 2022.
Acara peresmian ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penanaman pohon beringin pada lokasi tersebut.
Tanah makam yang baru ini akan digunakan sebagai "rumah masa depan" bagi umat muslim Manggarai sebab lokasi Pemakaman di Karot- Langke Rembong sudah padat dan melebihi kapasitas yang tersedia.
Di hadapan umat muslim, Bupati Manggarai mengapresiasi dukungan dari para tokoh adat Gendang Bahong yang boleh menyerahkan lokasi tanah ini untuk dijadikan tanah pemakaman umat muslim Manggarai.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Senin 28 November 2022 Lengkap dengan Mazmur Tanggapan
"Ucapan terima kasih kepada tua-tua adat Gendang Bahong. Yang dalam keterbatasan tanah ini mereka menyerahkan tanah ini untuk menjadi rumah masa depan komunitas muslim Manggarai," kata Bupati Hery Nabit.
Menurutnya apa yang telah dilakukan oleh komunitas muslim Manggarai ini membantu dan meringankan kerja Pemerintah di tengah keterbatasan anggaran sebagaimana sekarang ini.
Selain itu, dikatakannya aktivitas ini adalah juga sebagai bagian dalam membangun kesatuan dalam keberagaman.
"Berkumpulnya kita hari ini juga untuk menguatkan kembali komitmen yang sudah dibangun antara komunitas Muslim Manggarai dengan masyarakat adat Gendang Bahong. Sehingga tidak ada pembicaraan baru lagi di beberapa tahun kemudian," katanya.
Karena itu Bupati Manggarai itu berharap agar lokasi ini nantinya dijaga dan ditata dengan baik sehingga menjadi contoh bagi lokasi-lokasi lainnya yang dimiliki pemerintah.
Baca juga: Hasil Piala Dunia 2022 Grup F Gelandang Chelsea Memukau Bungkam Belgia, Laga Terakhir Bakal Berat
Sementara itu, ketua Majelis Ulama Indonesia Manggarai Hj. Marrolah Abdulrahman mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab Manggarai dan masyarakat adat gendang Bahong untuk tanah makam bagi umat muslim ini.
Hal ini sejalan dengan peran organisasi keagamaan MUI yang kehadirannya mengayomi umat muslim dengan berpedoman pada Trilogi Kerukunan.
Trilogi kerukunan itu adalah membangun kerukunan dengan pemerintah, membangun kerukunan dengan antar umat beragama dan membangun kerukunan internal umat beragama Islam.
"Terimakasih untuk ikhtiar ini, karena itu kita rawat dan jaga. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari proses perjalanan ibadah. Kita sesungguhnya berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Karena itu tak ada hal yang bisa menyombongkan diri kita," tutur Hj. Marolah.