Berita Kupang

Buron Setahun, Dua Pelaku Rudapaksa Dihadiahi Peluru Buser Polres Kupang.

Buser Kepolisian Resort Kupang menangkap dua orang pelaku rudapaksa di Kupang yakni Rinto Samene alias Rinto dan Maksi Bilaut alias Maksi.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RYAN TAPEHEN
Dua pelaku rudapaksa ditangkap Polres Kupang ditampilkan dalam konferensi Pers Polres Kupang, Selasa 29 November 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ryan Tapehen

TRIBUNFLORES.COM, OELAMASI-Tim Buru Sergap (Buser) Kepolisian Resort Kupang  menangkap dua orang pelaku rudapaksa di Kupang yakni Rinto Samene alias Rinto dan Maksi Bilaut alias Maksi di dua lokasi berbeda.

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto dalam jumpa pers di Mako Polres Kupang, Selasa 29 November 2022 mengungkapkan Rinto ditangkap di Desa Oenino TTS setelah bersembunyi selama 10 bulan pada 26 November 2021.

Sementara Maksi yang juga ikut buron usai melakukan aksi bejat mereka 10 Januari 2022 terhadap korban MIV (19) berhasil ditangkap Buser Polres Kupang pada 27 November 2022 di sebuah gubuk milik warga di Batakte Kupang Barat.

Saat penangkapan Maksi sempat melawan dengan berusaha melarikan diri. Namun akhirnya membuat anggota melakukan tindakan tegas terukur dengan menghadiahi timah panas di kaki kanan Maksi.

Baca juga: 423 PPPK Kota Kupang Terima SK di HUT Korpri

Dalam konpress tersebut keduanya dihadirkan Satuan Reskrim Polres Kupang dengan mengenakan baju tahanan orange dengan nomor 9 untuk Rinto dan 23 untuk Maksi.

Dalam keterangan Rinto yang berprofesi sebagai sopir saat Kapolres mengkonfrontir kejadian tersebut menyebut dirinya yang pertama mengajak korban berhubungan badan di dalam cabin mobil.

Lalu satu pelaku lain yang kini sudah berstatus terpidana yang sudah dikirim ke Lapas Kupang Melianus Lasi alias Mel yang saat itu sebagai penumpang di dalam mobil pick up jenis Zusuki Carry menyeret korban keluar dan memaksanya.

Sementara tersangka lain Maksi juga mengaku dirinya saat itu sebagai kernet dipaksa oleh Malianus untuk melakukan perbuatan bejatnya di semak-semak. Usai melakukan aksi mereka korban dibawa ke jalur Tilong jurusan Oelpuah dan meninggalkan korban sendirian dalam kondisi menangis.

Baca juga: Siswa SMA di Kupang Curi Sepeda dan Dinamo Akuarium Ditangkap Polisi

Menurut Kapolres nama Maksi sebenarnya tidak masuk daam DPO bahkan tidak muncul dalam BAP maupun keterangan terpidana Melianus, namun saat menangkap Rinto akhirnya nama Maksi muncul dan polisi berhasil menangkapnya di Batakte.

Kapolres juga menguraikan kronologis  kejadian ini terjadi pada tanggal 10 Januari 2022 saat korban baru pulang dari pantai warna Oesapa Kupang dan sedang menunggu angkot untuk pulang.

Lalu muncullah mobil pick up yang ditumpangi oleh ketiga pelaku lalu bertanya tujuan korban lalu korban menjawab hendak menuju Lasiana.

Korwan pun akhirnya menuruti ajakan mereka untuk diantar ke Lasiana, namun saat sampai di Lasiana korban meminta untuk turun tapi tidak dihiraukan oleh Rinto dan terus melajukan mobil hingga sampai ke kantor Disperindag Kabupaten Kupang. Di sanalah ketiganya melancarkan aksi bejat mereka terhadap korban.

Baca juga: 11 Siswa SD Negeri 2 Oebobo Kota Kupang Tidak Bisa Baca, Kepsek: Tidak Mau Salahkan Siapa-siapa

Atas dasar kejadian tersebut korban bersama keluarganya melapor ke Polsek Kupang Tengah dengan nomor laporan LP/B/06/I/2022/Sek. Kuteng per tanggal 12 Januari 2022.

Untuk itu ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dengan jarak pidana Pasal 285 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana dengam ancaman  diatas 12 tahun penjara.

Saa satu pelaku yakni Melianus kini sudah berstatus Terpidana dengan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Oelamasi 11 tahun penjara.*

Berita Kupang lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved