Rabu, 22 April 2026

Berita NTT

Ini Alasan Dua Ormas Bubarkan Aksi Aliansi Free West Papua di Kota Kupang

Ketua Garda XXX Flobamora Narki Hari mengatakan, pembubaran aksi Aliansi Free West Papua sebagai wujud kecintaan Garda XXX Flobamora dan Garda Kupang.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Ini Alasan Dua Ormas Bubarkan Aksi Aliansi Free West Papua di Kota Kupang
POS-KUPANG.COM
Ketua Garda XXX Flobamora Narki Hari saat berada di Kantor Pos Kupang, Jumat 2 Desember 2022. Narki beberkan Alasan Dua Ormas Bubarkan Aksi Aliansi Free West Papua di Kota Kupang. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Dua organisasi kemasyarakatan (Ormas), Garda XXX Flobamora dan Garuda Kupang membubarkan aksi Aliansi Free West Papua di Kota Kupang, Kamis 1 Desember 2022.

Saat demo di depan kampus Universitas Katolik Widya Mandira Kupang di Jl Jenderal Achmad Yani, Aliansi Free West Papua mencoba mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Ketua Garda XXX Flobamora Narki Hari mengatakan, pembubaran aksi Aliansi Free West Papua sebagai wujud kecintaan Garda XXX Flobamora dan Garda Kupang terhadap NKRI.

“Kami kemarin turun ke jalan. Kami berkolaborasi dengan Ormas Garuda Kupang. Isu yang kami dengar, mereka menyampaikan isu-isu tentang dukungan terhadap Papua Merdeka," kata Narki Hari saat mendatangi Kantor Pos Kupang, Jumat 2 Desember 2022 sore.

Baca juga: Aliansi Free West Papua Bentrok dengan Ormas di Kupang

 

"Dan, betul saat kami turun ke jalan, mereka menyuarakan bahwa Papua merdeka, Papua bukalah Merah Putih. Karena kami cinta NKRI, kami tidak terima pernyataan tersebut karena Papua merupakan bagian dari NKRI, sehingga kami membubarkan aksi tersebut tanpa bentrok,” tambahnya.

Narki Hari menegaskan bahwa pernyataan Aliansi Free West Papua bahwa anggota Garda XXX Flobamora sebagai preman merupakan kekeliruan besar.

“Kami tidak terima dikatakan bahwa kami preman. Kami merupakan ormas yang diakui oleh negara dan sah dimata hukum. Kami turun ke jalan dengan atribut lengkap," tegasnya.

Narki Hari berharap seluruh bangsa Indonesia dapat bergandeng tangan untuk membangun Indonesia, dan tidak perlu lagi ada isu Papua merdeka karena dari Sabang Sampai Merauke merupakan saudara sebangsa dan setanah air.

“Kita harus tahu bahwa Papua merupakan bagian dari NKRI, karena itu kita semua saudara, mari semua bergandengan tangan untuk membangun Indonesia, mari kita berbenah, karena kita negara Pancasila, dan Pancasila yang harus kita hargai bukan Negara pemberontak,” ujar Narki Hari.

“Mari kita hilangkan isu-isu terkait kemerdekaan Papua, karena kita satu. Untuk itu mari kita bergandengan tangan untuk kemajuan NKRI lebih baik lagi, NKRI harga mati,” imbuhnya.

Baca juga: Nelayan di Ende Bersyukur Biaya Persalinan Istrinya Ditanggung Program JKN

Ketua Garuda Kupang, Mex M Sinlae membenarkan bahwa pihaknya juga turut membubarkan aksi Aliansi Free West Papua karena unjuk rasa yang disampaikan sudah menjurus pada makar.

“Kami bubarkan karena kegiatan mereka sendiri tentang kemerdekaan Papua, hal ini yang kami rasa sangat menggangu kesetabilan NKRI, dimana kegiatan tersebut sudah menjurus ke Unsur makar, dengan meneriaki Papua merdeka, Papua bukan Merah Putih, hal tersebut sangat bertentangan dengan kami Ormas yang mencintai NKRI, Karena itu kami terpaksa membubarkan kelompok tersebut,” kata Mex M Sinlae.

Pakar Hukum Internasional Dr. DW Tadeus, SH, MH mengapresiasi sikap Garda XXX Flobamora dan Garuda Kupang. Menurutnya, apa yang dilakukan kedua ormas tersebut menunjukkan bahwa NTT tidak mendukung kemerdekaan Papua.

“Saya mengapresiasi pembubaran yang dilakukan ormas, sebenarnya mereka mewakili masyarakat, untuk menunjukan bahwa masyarakat tidak setuju terhadap demo yang lakukan Aliansi Papua Merdeka. Dengan demikian dapat menunjukkan pada dunia Internasional bahwa NTT tidak mendukung kemerdekaan Papua,” kata Tadeus. (Pos Kupang.Com)


Berita NTT lainnya

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved