Gempa Bumi di Bali
Bali hingga Lombok Diguncang 61 Kali Gempa, Daryono: Akibat Adanya Aktivitas Sesar Naik Flores
Bali hingga Lombok Diguncang 61 Kali Gempa, Daryono: Akibat Adanya Aktivitas Sesar Naik Flores. gempa berpusat di Bali dan Lombok NTB.
TRIBUNFLORES.COM, BALI - Guncangan gempa bumi terjadi di wilayah Bali hingga Lombok.
Hingga Rabu (14/12/2022), terjadi gempa susulan Karangasem sebanyak 61 kali dengan magnitudo terbesar M4.6 dan terkecil M1.9.
Pada Selasa (13/12/2022) lalu Pukul 17.38.24 WIB, wilayah Pantai Timur Karangasem, Bali diguncang gempa tektonik.
Melansir TribunLombok.Com, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1.
Baca juga: Gempa 5,2 SR Guncang Karangasem Bali dan Sekitarnya, Warga Diminta Jangan Panik
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,29° LS ; 115,62° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 1 Km arah Timur Kubu, Karangasem, Bali pada kedalaman 30 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Naik Flores (Flores back arc thrust)," urainya kepada TribunLombok.com.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Karangasem dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).
Daerah Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat, dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).
Daerah Tabanan, Kuta, Buleleng, Lombok Timur dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," sebutnya.
Baca juga: Kapolda NTT Tegaskan Polisi Tembak Polisi di Polsek Wewewa Timur SBD karena Kelalaian
Hingga pukul 18.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 13 aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo terbesar 4,6.
Daryono mengimbau kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.