Banjir Rob di Sikka
Gelombang Tinggi, 30 Rumah Warga di Nangahale Sikka Rusak
Akibatnya sebanyak 30 rumah warga, pondok petani garam tradisional dan enam perahu nelayan rusak diterjang gelombang tinggi disertai angin kencang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Turap-penahan-ombak-di-sepanjang-pesisir-pantai-Desa-Nangahale-Kecamatan-Talibura.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE - Banjir rob disertai gelombang tinggi menerjang permukiman warga di pesisir Desa Nangahale Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, Minggu 25 Desember 2022 malam.
Akibatnya sebanyak 30 rumah warga, pondok petani garam tradisional dan enam perahu nelayan rusak diterjang gelombang tinggi disertai angin kencang.
"Yang terdampak sekitar 30 rumah, ada yang patah tiang dan dinding dihantam ombak, ada juga yang ambruk yaitu pondok petani garam dan enam perahu nelayan," kata Kepala Desa Nangahale, Sahanudin saat dihubungi TribunFlores.com, Minggu 25 Desember 2022 malam
Menurut Sahanudin gelombang tinggi yang menghantam pemukiman warga di daerah ini telah terjadi sejak dua hari terakhir. Bahkan gelombang tinggi air laut itu juga disertai angin kencang.
Baca juga: Puluhan Sumur di Desa Semparong Sikka Terendam Banjir Rob, Warga: Air Rasa Asin
Selain merusak rumah warga, gelombang tinggi juga merusak fasilitas umum. Di antaranya jalan aspal terbongkar.
Sahanudin mengaku gelombang tinggi rutin melanda daerah ini setiap tahun. Sehingga saat ini warga masih waspada, apalagi gelombang tinggi biasanya terjadi beberapa hari.
"Warga masih waspada karena biasanya gelombang menerjang selama beberapa hari, apalagi sesuai penyampaian BMKG terkait potensi gelombang tinggi di seluruh wilayah pesisir pantai," tandasnya.
Dikatakannya, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka.
" Tadi lagi dari BPBD sudah datang memantau dilokasi kejadian tersebut," ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga, Hawiati mengaku terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak diterjang ombak.
Baca juga: Jokowi Kunjungi Gereja di Sekitar Kota Bogor, Presiden Ucapkan Selamat Natal bagi Umat Kristiani
"Saya takut, sementara mengungsi dulu ke rumah orang tua, dapur hanyut dua kamar juga rusak," ujar Hawiati yang dikonfirmasi terpisah.
Hawiati meminta pemerintah segera membangun tanggul pemecah ombak, untuk mencegah kerusakan akibat terjangan gelombang tinggi yang rutin terjadi setiap tahun.
"Kami mohon kepada pemerintah, agar segera membangun tanggul, kasihan rumah kami setiap tahun harus diperbaiki karena rusak dihantam ombak," pungkas Hawiati.