Pemilu 2024

Tokoh Agama di Flores Timur Harap PPS Pemilu Jaga Netralitas, Ustad Ibrahim Malang: Kerja Jujur

Bekerja dengan jujur, menjunjung tinggi apa yang sudah disumpahkan. Dalam proses perjalanan, mudah-mudahan selalu dilindungi Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KABELEN
TANDA TANGAN - Rohaniwan saat mengikut pelantikan PPS. KPU Kabupaten Flores Timur melantik dan mengambil sumpah anggota PPS di, Selasa 24 Januari 2023. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Para anggota Badan Adhoc yang direkrut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur diharapkan tidak tergoda dengan hasutan politik selama menyelenggarakan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) di wilayah itu.

Harapan itu awalnya disampaikan Camat Ile Mandiri, Xaverianus Nobo Liang saat memberikan arahan singkat dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah anggota PPS yang diselenggarakan KPU Flores Timur, Selasa 24 Januari 2023.

Menurutnya, PPS sebagai penyelenggara Pemilu yang berhadapan langsung dengan masyarakat akar rumput harus menjaga netralitas dan tidak diintervensi pihak tertentu.

"Harus melaksanakan tugas dengan semangat. Jagalah netralitas, jaga integritas, dan yang terakhir jaga kesehatan. Kesehatan itu penting agar semua tahapan berjalan maksimal," katanya.

Baca juga: Kronologi Warga Bakar Hidup-hidup Seorang Perempuan di Sorong Papua, Dituduh Culik Anak

Sementara itu, Pastor Paroki Santu Yosef Riangkemie, Romo Andreas Fernandez menyatakan anggota PPS merupakan salah satu penyelenggara vital dalam menyukseskan Pemilu hingga melahirkan pemimpin sesuai harapan banyak orang.

"Kalian punya bagian penting untuk menentukan bangsa ini. Apa yang kalian lakukan dalam tugas yang dipercayakan ini, akan berpengaruh kepada kehidupan sekian banyak orang," tuturnya.

"Laksanakanlah apa yang dipercayakan kepada kalian, tidak usah buat lebih kalau tugasmu sampai disitu, tidak usah ambil lebih kalau kalian dapat sebatas itu. Yesus bilang, cukupkanlah dirimu dengan upahmu," timpalnya lagi.

Harapan serupa juga disampaikan Ustad Ibrahim Malang. Tokoh muslim berkopiah itu berpesan agar PPS terlantik dapat mengamalkan sumpah yang telah diucapkan dengan berpegang teguh pada integritas dan kode etik.

"Bekerja dengan jujur, menjunjung tinggi apa yang sudah disumpahkan. Dalam proses perjalanan, mudah-mudahan selalu dilindungi Allah Subhanahu Wa Ta'ala," harapnya.

Ketua PPS Desa Balukhering, Gerardus Gawa Tenawahang, mengaku siap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selama tahapan Pemilu. Ia berjanji menolak segala bentuk intervensi dan hasutan demi kemaslahatan banyak orang.

"Saya akan menjalankan proses pemilihan sesuai dengan regulasi yang ada dan mengikuti aturan Pemilu," tandasnya.

Gerardus mengaku sudah dua kali menjadi bagian dari penyelenggara Pemilu. Pada kontestasi politik 2019 lalu, dirinya dipercayakan menjadi Ketua KPPS yang tidak pernah terbuai dengan segala bentuk godaan.

Baca juga: Mobil Hilang Kendali, 2 Anak Pejalan Kaki di NTT Jadi Korban, 1 Patah Tulang dan Pingsan

Komisioner KPU Flores Timur, Tirza Marselina Claudiana memaparkan pihaknya melantik sebanyak 750 PPS tersebar di lima lokasi yaitu, Desa Wailolong, Ile Gerong, Hinga, Klike Aimatan, dan Kelurahan Waiwerang Kota.

Ia mengatakan, setiap desa maupun kelurahan mendapat tiga orang PPS membantu KPU Flores Timur menyelenggarakan tahapan penting, termasuk merekrut Badan Adhoc lainnya yaitu KPPS dan Pantarlih.

Sebagai salah satu penyelenggara Pemilu yang berhadapan langsung dengan masyarakat akar rumput, PPS diharapkan mampu memastikan status dari setiap pemilih di wilayah kerjanya masing-masing.

"Jadi teman-teman semua punya peran sangat penting untuk mengecek satu per satu, dari rumah ke rumah, kemudian disampaikan kepada KPU Flores Timur melalui PPK di masing-masing wilayah," katanya saat memberikan arahan singkat di Aula Serba Guna Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri.

Selain melakukan pemuktahiran data pemilih, jelasnya, tugas PPS juga melakukan sosialisasi tentang tata cara Pemilu kepada setiap lapisan mastarakat. Hal itu untuk membuka pemahawan dan kemampuan masyarakat yang memiliki hak pilih.

Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved