Berita Manggarai
Jerman Dukung Transisi Energi PLN Kembangkan Geothermal Poco Leok-Ulumbu di Manggarai NTT
Pemerintah Jerman melalui bank pembangunan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) mendukung langkah PLN mengembangkan kapasitas pembangkit PLTP Ulumbu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PLN-ULUMBU-RUTENG.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Pemerintah Jerman melalui bank pembangunan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) mendukung langkah PLN mengembangkan kapasitas pembangkit PLTP Ulumbu (2 x 20 MW) yang berada di kawasan geothermal Poco Leok.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Chef Financial Officer KfW Group, Bernd Loewen dan rombongan saat melakukan kunjungan kerja ke PLTP Ulumbu eksisting, Kamis 2 Februari 2023.
"Kunjungan kami kemari pada intinya untuk melihat secara langsung PLTP Ulumbu (eksisting) terkait bagaimana pemanfaatannya dan dampak yang dihasilkan seperti apa dan sejauh ini sangat bagus," kata Bernd Loewen.
Bernd mengatakan, saat ini pembangkit listrik di Ulumbu telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Energi bersih yang dihasilkan PLTP Ulumbu sangat baik sehingga ke depan PLN harus melakukan pemanfaatan potensi energi panas bumi yang ada tentunya baik bagi masyarakat sekitar dan Flores pada umumnya.
Baca juga: Dukung Desa Hijau, PLN Tanam 230 Pohon
"PLTP Ulumbu perlu dikembangkan lagi dan Pemerintah Jerman melalui KfW Group siap mendukung dan mendanai proyek lanjutan pengembangan kapasitas Ulumbu,"ungkapnya.
Pada prosesnya, Bernd mengatakan pihaknya memiliki standar yang tinggi dalam melindungi lingkungan dan memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat sekitar. Sehingga perlu adanya pemberian pemahaman mengenai keuntungan yang dapat dihadirkan dari program ini.
“Kami percaya PLN memiki standar yang baik untuk perlindungan sosial dan lingkungan terhadap proyek yang kami danai. Langkah ke depan terkait adanya isu pengembangan yang muncul dan perlu disampaikan melalui dialog,” tutupnya.
Sementara itu, Vice President (VP) Energi Panas Bumi PLN, Hendra Yu Tonsa Tondang menjelaskan, dukungan ini menjadi penting, mengingat langkah serius PLN memanfaatkan energi baru terbarukan di kawasan Poco Leok sebagai langkah transisi energi di Indonesia.
Baca juga: Tata Kelola Energi Primer Kokoh, PLN Klaim Tak Khawatir Ancaman Krisis Energi Global
Pemanfaat energi panas bumi ini merupakan perwujudan komitmen PLN untuk mencapai target net zero emission (NZE) tahun 2060 dan penurunan emsisi gas rumah kaca (GRK).
Ia menambahkan, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu (eksisting) telah memberikan daya listrik terpasang sebesar 4 x 2,5 MW (10 MW) yang berlokasi di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai. Memasok energi listrik melalui sistem kelistrikan Flores untuk memenuhi kebutuhan beban di Kabupaten Manggarai dan sebagiannya untuk Manggarai Timur dan Manggarai Barat.
“Sebagai contoh, kelistrikan Manggarai sebelumnya disuplai dari PLTD Waso dan setelah beroperasinya PLTP Ulumbu (eksisting) beban penggunaan bahan bakar solar mampu ditekan hingga 90 persen,” ucap Hendra.
Hendra menyatakan, langkah perluasan kapasitas di PLTP Ulumbu ini sangat strategis dan sangatlah penting. Melalui pemanfaatan energi bersih dan murah yang bersumber dari geothermal Poco Leok, dapat menekan subsidi energi yang harus disediakan pemerintah.
Pemanfaatan energi listriknya pun dapat dinikmati oleh masyarakat tidak hanya Kabupaten Manggarai tetapi juga untuk kabupaten lainnya di Pulau Flores.
Keseriusan PLN ini dikarenakan energi panasbumi ramah terhadap lingkungan dan ini menjadi salah satu karakteristik energi panas bumi yang harus digarisbawahi, tidak hanya dalam aspek produksi tetapi juga aspek penggunaan, sehingga dampaknya sangat berperan positif.