Stunting di Sikka
Pemdes Kolisia Sikka, Gencar Perangi Stunting
Pemdes Kolisia di kecamatan Magepanda bertekad memerangi stunting yang ada di Desa Kolisia pada tahun 2023 ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pejabat-Kades-Kolisia-Kustance-da-Lopez.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pemerintah Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur gencar memerangi stunting dengan mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2023.
Pejabat Kepala Desa Kolisia, Kustance da Lopez menjelaskan, jumlah anak stunting di Desa Kolisia meningkat cukup drastis yakni pada tahun 2022, jumlah anak stunting di Desa Kolisia berjumlah 20 orang.
Pada tahun 2023, kata Kustance, meningkat menjadi 80 anak yang tersebar di 4 dusun di Desa Kolisia.
"Hal ini karena jumlah ibu hamil di Desa Kolisia meningkat di tahun 2023 ini, makanya kami gencar melawan stunting dan target kami di tahun 2024 itu sudah bebas dari stunting," ujar Kustance.
Baca juga: Bank NTT Sumbang Rp 92 Juta untuk Penanganan Stunting di Sikka
Kustance menyebutkan, anggaran Dana Desa (DD) tahun 2023 itu digunakan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) anak stunting di 5 posyandu selama 180 hari kedepan.
Pemberian PMT stunting itu kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan Puskemas Magepanda.
"Saya mengajak para orangtua yang anaknya menderita stunting untuk datang ke posyandu dan kalau ada ibu hamil beresiko, anak kurang gizi, tolong lapor ke kami," ujar dia.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News