Senin, 8 Juni 2026

Berita Ngada

Pedagang Mengeluh Jual Beli di Pasar Bobou Bajawa Ngada Sepi

Aktivitas jual beli di Pasar Bobou, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada sepi, Selasa 4 April 2023.

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Pedagang Mengeluh Jual Beli di Pasar Bobou Bajawa Ngada Sepi
TRIBUNFLORES.COM/ORIS GOTI
PASAR BOBOU NGADA-Aktivitas jual beli di Pasar Bobou, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada sepi, Selasa 4 April 2023. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Oris Goti

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Para pedagang di Pasar Bobou, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada mengeluhkan sepinya aktivitas jual beli di pasar tersebut. Persoalan itu berdampak pada pendapatan pedagang yang kian merosot sementara tuntutan pengeluaran juga tinggi.

Pantauan TRIBUNFLORES.COM, Selasa 4 April 2023, aktivitas jual beli di Pasar Bobou memang nampak sepi. Selain itu, banyak lapak yang tidak terisi.

Menurut pedagang, para pembeli cenderung lebih memilih berbelanja di area Kota Bajawa, pada pedagang kaki lima dan para pedagang yang jualan di bahu jalan.

"Kalau mereka (pembeli) tidak ke sini yah kami di sini sepi. Mereka lebih suka beli sayur, tomat, buah, ikan dan barang lain tu di kota, mungkin mereka pikir kalau ke sini buang lagi uang ojek," ujar Mama Yuliana Beo pedagang asal Desa Bowali.

 

Baca juga: Disperindang Ngada Temukan Pedagang Jual Minyak Goreng Subsidi Rp 20 Ribu Per Liter

"Saya hari ini jual dari pagi sampai jam dua belas siang ini belum ada satupun pembeli. Jadi hanya menunggu saja di sini," imbuhnya.

Dia juga menuturkan, pendapatannya per hari hanya berkisar Rp 20.000. Pada hari tertentu jika ramai hanya mencapai Rp 50.000.

Dengan pendapatan demikian, Mama Yuliana kesulitan membiayai kebutuhan keluarga termasuk untuk biaya transportasi dari rumah ke pasar dan sebaliknya.

Hal senada dikeluhkan oleh Mama Martina Beo, pedagang asal Desa Turamuri dan sejumlah pedagang lainnya. Menurut mereka berdagang di Pasar Bobou belum memberikan dampak ekonomi yang berarti.

 

Baca juga: Mama-mama di Ngada Sudah Tunggu Presiden Jokowi di Pasar Bobou Bajawa

 

 

 

Disperindang Butuh Kerja Sama Lintas Sektor

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, Laurensius Ngiso Godja mengakui bahwa Pasar Bobou memang sepi. Dia juga prihatin dampaknya terhadap para pedagang.

Laurensius mengakui adanya fakta bahwa saat ini banyak orang yang menjual sayuran, ikan dan buah di depan rumah dan bahkan bahu jalan dan emperan toko di area Kota Bajawa. "Memang kalau orang menjual di sembarang tempatkan harus ditertibkan," ujarnya.

Menurut Laurensius, payung hukum soal penertiban sebenarnya sudah jelas. Dia katakan, sekarang tinggal soal kemauan. Pertemuan lintas sektor terkait penertiban, lanjutnya, sudah dilakukan beberapa kali namun tidak tuntas.

"Tidak tuntas dalam arti tidak diikuti dengan langkah - langkah penertiban, salah satunya misalnya dari sisi ijin, dari aspek tata ruang dan lingkungan hidup. Jual di bahu jalan kan dilarang. Lalu ada yang jual ikan di pinggir jalan, airnya dibuang begitu saja itu kan larang juga," jelasnya.

Laurensius menyoroti soal komitmen lintas sektor terkait. Dia mencontohkan Satpol PP yang menurutnya perlu melakukan penertiban secara rutin.

Laurensius mengakui banyak pedagang yang datang mengeluhkan sepinya aktivitas jual beli di pasar Bobou dan menurutnya apa yang dikeluhkan pedagang masuk akal. Sekarang, katanya tinggal bagaimana komitmen lintas sektor dijalankan dengan sungguh-sungguh. (ORC).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved